Pencarian

Euforia Piala Dunia di Makassar: Antara Gempita Nonton Bareng dan Pelajaran soal Menang-Kalah

Jumat, 17 Juli 2026 • 12:06:02 WIB
Euforia Piala Dunia di Makassar: Antara Gempita Nonton Bareng dan Pelajaran soal Menang-Kalah
Warga Makassar memadati area nonton bareng untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia di salah satu lapangan terbuka.

MAKASSAR — Batas negara seolah menghilang ketika Piala Dunia bergulir. Di Makassar, euforia turnamen empat tahunan ini tak hanya terasa di layar kaca, tetapi juga di sudut-sudut kota: warung kopi, kafe, pos ronda, ruang keluarga, hingga lapangan terbuka yang menggelar nonton bareng.

Ada yang rela begadang, menyusun prediksi, berdebat sengit, bahkan mempertaruhkan uang demi tim favorit. Ketika gol tercipta, teriakan "goooal!" menggema. Status media sosial seketika dipenuhi luapan kegembiraan. Begitulah sepak bola—mampu menyatukan jutaan manusia dalam satu rasa, meski hanya selama sembilan puluh menit.

Dua Kubu: Pesta dan Duka di Tengah Kota

Namun, di balik gegap gempita itu, Piala Dunia selalu melahirkan dua kubu: yang berpesta dan yang berduka. Yang kalah sering pulang dengan kepala tertunduk, seolah hidup ikut selesai bersama peluit akhir.

Padahal, sepak bola mengajarkan satu hal sederhana: semua yang datang ke lapangan, pasti akan pulang juga. Kehidupan sendiri adalah satu paket tanpa sekat. Menang dan kalah, senang dan susah, hidup dan mati—semuanya tentang hidup yang tidak bisa dipisahkan.

Pelajaran dari Lapangan Hijau untuk Warga Makassar

Bagi pecinta sepak bola di Makassar, Piala Dunia bukan hanya turnamen. Ia adalah hiburan yang selalu dinanti setiap empat tahun sekali. Lebih dari itu, ia juga pengingat bahwa kekalahan bukan akhir segalanya.

"Tidak apa-apa kalah, yang penting ingat pulang," demikian pesan yang mengemuka dari perbincangan di warung kopi dan grup WhatsApp. Sebuah pengingat bahwa setelah euforia dan kekecewaan, kehidupan tetap berjalan—dan pulang adalah kepastian yang tak perlu diperdebatkan.

Bagikan
Sumber: harian.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks