MAKASSAR — Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang digelar di Kota Makassar tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner Nusantara. Forum dua hari itu membuka peluang kerja sama internasional yang lebih konkret bagi ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kota Makassar, Andi Zulfitra Dianta, mengungkapkan sedikitnya delapan negara telah menjajaki kerja sama strategis dengan Pemkot Makassar. Meski belum sampai pada penandatanganan nota kesepahaman, antusiasme delegasi dinilai tinggi.
"Forum IGS 2026 ini menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang. Ada sekitar delapan negara membangun komunikasi dan ke depan tertarik untuk kerja sama," ujarnya, Senin (29/6/2026).
Kosta Rika Tawarkan Sistem Mitigasi Bencana
Masing-masing negara menyasar sektor berbeda sesuai keunggulan dan kebutuhan. Delegasi Kosta Rika, misalnya, menawarkan kolaborasi di bidang kesiapsiagaan bencana. Negara tersebut memiliki pengalaman panjang dalam membangun sistem mitigasi multipihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat.
"Kolaborasi lewat penjajakan ini, relevan bagi Makassar sebagai kota pesisir yang terus memperkuat sistem ketahanan terhadap berbagai potensi bencana," tutur Andi Zulfitra.
Fiji Incar Gula Aren Sulsel untuk Tekan Diabetes
Delegasi Fiji menunjukkan ketertarikan pada produk palm sugar atau gula aren yang diproduksi UMKM di Sulawesi Selatan. Negara kepulauan di Pasifik itu mencari alternatif pemanis yang lebih sehat guna menekan angka diabetes yang tinggi di negaranya.
"Produk gula aren asal Sulawesi Selatan, memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor bernilai tambah," ungkapnya.
Polandia Buka Peluang Beasiswa, Tunisia Tawarkan Kurma
Di sektor pendidikan, Polandia membuka peluang kerja sama melalui pertukaran pelajar dan dosen, riset bersama, hingga penyediaan akses beasiswa. Negara Eropa Timur itu juga mendorong pertukaran budaya lewat pengenalan literatur dan kebudayaan Polandia kepada masyarakat Indonesia.
Sementara Tunisia mengarahkan pembahasan pada peluang perdagangan komoditas kurma. Pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Makassar turut membahas potensi investasi. Kurma merupakan salah satu komoditas dengan permintaan tinggi di pasar Indonesia.
Malaysia Fokus Wisata, Ukraina Jalin Persahabatan Antarkota
Delegasi Malaysia memfokuskan pembahasan pada pertukaran budaya dan promosi sektor pariwisata. Mereka menilai Makassar memiliki kekayaan budaya dan destinasi wisata yang potensial untuk dipromosikan melalui program kolaboratif.
"Tren wisata global yang kini mengarah pada pengalaman autentik dinilai menjadi peluang besar bagi Makassar untuk menawarkan wisata berbasis budaya, sejarah, hingga kuliner," beber Andi Zulfitra.
Adapun Ukraina, penjajakan kerja sama lebih diarahkan pada hubungan persahabatan antarkota. Langkah ini menjadi bentuk penguatan hubungan internasional dan dukungan moral di tengah situasi yang masih dihadapi negara tersebut.
Belanda Bantu Kembangkan Urban Farming Tomat
Bersama Belanda, Pemkot Makassar menjajaki peluang kerja sama pengembangan urban farming. Pemerintah kota meminta difasilitasi tenaga ahli dalam pengembangan pertanian modern, khususnya budidaya tomat berbasis teknologi. Belanda dikenal sebagai salah satu negara terdepan dalam pertanian presisi dan urban farming yang mampu menghasilkan produktivitas tinggi di lahan terbatas.
Pembahasan juga mencakup peluang menjalin kerja sama sister city dengan salah satu kota di Belanda.
Menurut Andi Zulfitra, penyelenggaraan IGS 2026 membuktikan bahwa diplomasi melalui kuliner mampu menjadi instrumen efektif untuk memperkuat hubungan internasional. Gastrodiplomasi tidak hanya memperkenalkan cita rasa Indonesia, tetapi juga membuka ruang kolaborasi di sektor perdagangan, investasi, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, hingga pembangunan perkotaan.