SULAWESI SELATAN — Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar mengejar target jangka pendek. Dalam keterangan resminya, Sabtu (27/6/2026), ia menyebut agenda ini dirancang untuk membangun fondasi bisnis yang lebih sehat dan adaptif.
"Transformasi tersebut merupakan bagian dari strategi menyeluruh Bio Farma Group dalam membangun fondasi bisnis yang lebih sehat dan adaptif di tengah perubahan industri kesehatan," kata Shadiq.
Indofarma Mulai Terlihat Sinyal Perbaikan
Salah satu anak usaha yang mulai menuai hasil dari program ini adalah PT Indofarma (Persero) Tbk. Melalui langkah efisiensi, pengendalian biaya, penguatan tata kelola, serta optimalisasi proses operasional, Indofarma disebut terus melakukan perbaikan fundamental secara disiplin dan terukur.
Shadiq menambahkan, berbagai langkah pembenahan yang diterapkan di seluruh entitas grup mulai menunjukkan perkembangan positif. Ia menekankan bahwa tata kelola yang kuat dan disiplin operasional menjadi prasyarat utama agar setiap entitas mampu tumbuh secara sehat di tengah tantangan industri.
Sinergi untuk Ketahanan Kesehatan Nasional
Ke depan, Bio Farma Group berencana mempererat sinergi antar anak usaha. Tujuannya, membangun ekosistem industri kesehatan nasional yang lebih terintegrasi, efisien, dan kompetitif.
"Bio Farma terus mendorong transformasi di seluruh anak perusahaan dan afiliasi sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola, meningkatkan efektivitas operasional, dan membangun daya saing yang berkelanjutan," ujar Shadiq.
Menurutnya, seluruh inisiatif ini merupakan komitmen Bio Farma Group dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri kesehatan Indonesia di tingkat global.
Optimalisasi Aset dan Kapasitas Produksi
Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, Bio Farma akan terus mengawal transformasi melalui peningkatan akuntabilitas, optimalisasi portofolio bisnis dan aset, serta penguatan kapasitas produksi. Pengembangan usaha juga akan diselaraskan dengan kebutuhan pasar dan agenda prioritas kesehatan nasional.
Shadiq optimistis, dengan transformasi yang berkelanjutan, perusahaan dapat memperkuat keberlangsungan bisnis seluruh entitas grup. Langkah ini diharapkan mampu memperluas kontribusi industri farmasi Indonesia dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional dan memperkuat perannya di pasar global.
"Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha seluruh anggota grup sekaligus memperkuat kontribusi industri farmasi Indonesia dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional dan memperluas perannya di tingkat global," tegasnya.