SULAWESI SELATAN — Kabar ini diumumkan langsung dalam konferensi pers menjelang MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, pekan lalu. Yamaha tidak hanya sekadar memasok mesin, tetapi juga mengembangkan prototipe balap khusus yang berbasis dari platform produksi massal CP2 milik mereka.
Mesin CP2 yang sudah terkenal di kalangan penggemar motor sport ini akan menjalani rekayasa ulang secara ekstensif agar sesuai dengan standar kompetisi Grand Prix. Proses pengujian prototipe dan peluncuran resmi motor Moto3 bertenaga Yamaha untuk musim 2028 dijadwalkan berlangsung menjelang akhir tahun ini.
Mengapa Yamaha Dipilih sebagai Pemasok Tunggal?
Keputusan menunjuk Yamaha sebagai pemasok tunggal bukan tanpa alasan. Pihak penyelenggara ingin menciptakan jalur karier yang lebih jelas dan adil bagi pembalap muda yang naik dari kelas junior ke Moto3. Selama ini, disparitas performa mesin antara satu tim dengan tim lain cukup terasa karena perbedaan pengembangan mesin dari KTM dan Honda.
Dengan sistem pemasok tunggal, seluruh tim Moto3 akan menggunakan mesin identik. Hal ini memaksa kompetisi berjalan lebih ketat dan mengandalkan kemampuan pembalap serta setingan sasis, bukan keunggulan tenaga mesin semata.
Dampak Kontrak Enam Musim untuk Kelas Ringan
Kontrak pemasokan mesin ini berlaku untuk enam musim penuh, dari 2028 hingga 2033. Ini memberi Yamaha waktu yang cukup panjang untuk mengembangkan dan menyempurnakan mesin balap mereka. Di sisi lain, KTM dan Honda harus mencari peran baru di kelas Moto3 setelah bertahun-tahun menjadi pemasok utama.
Bagi Yamaha, menjadi pemasok tunggal Moto3 adalah langkah strategis untuk memperkuat program pembinaan pembalap muda mereka. Dengan mesin Yamaha di tangan semua pembalap Moto3, pabrikan berlambang garpu tala ini bisa memantau bakat-bakat potensial sejak dini sebelum mereka naik ke kelas yang lebih tinggi.
Prototipe Berbasis CP2, Bukan Mesin Baru Total
Yang menarik, Yamaha tidak mengembangkan mesin balap dari nol. Mereka menggunakan platform CP2 yang sudah terbukti tangguh di motor-motor produksi massal seperti MT-07 dan Tenere 700. Mesin 689cc dua silinder segaris ini akan dimodifikasi besar-besaran untuk memenuhi regulasi Moto3 yang ketat.
Proses rekayasa ulang meliputi perubahan sistem pendingin, pengaturan katup, dan mungkin penyesuaian kapasitas silinder. Namun, DNA mesin CP2 yang terkenal dengan torsi melimpah di putaran bawah diperkirakan tetap dipertahankan. Pengujian prototipe di lintasan akan menjadi momen krusial untuk melihat apakah mesin ini mampu bersaing di level Grand Prix.