Pencarian

OpenAI GPT-5.6 Kena Blokir Pemerintah AS, Perusahaan Diminta Tunda Rilis Publik

Jumat, 26 Juni 2026 • 22:33:31 WIB
OpenAI GPT-5.6 Kena Blokir Pemerintah AS, Perusahaan Diminta Tunda Rilis Publik
Pemerintah AS meminta OpenAI menunda rilis publik GPT-5.6 karena alasan keamanan nasional.

SULAWESI SELATAN — Pemerintah Amerika Serikat melalui Office of the National Cyber Director dan Office of Science and Technology Policy meminta OpenAI untuk menunda rilis publik GPT-5.6. Permintaan ini disampaikan langsung kepada CEO Sam Altman dalam sebuah sesi Q&A dengan staf internal perusahaan.

Menurut laporan The Information, Altman menyebut dalam memo internal bahwa penundaan ini diperkirakan hanya berlangsung beberapa pekan. Namun hingga saat ini belum ada kepastian kapan model tersebut bisa dirilis untuk publik secara luas.

Awal Mula: Pemerintah Turun Tangan Langsung

Kekhawatiran keamanan nasional menjadi alasan utama di balik intervensi ini. Menteri Perdagangan Howard Lutnick disebut langsung menelepon Altman untuk memperingatkan OpenAI agar tidak merilis GPT-5.6 tanpa izin dari badan pemerintah terkait.

"Kami sudah sampaikan ke pemerintah AS bahwa ini bukan model jangka panjang yang kami inginkan," tulis Altman dalam memo Kamis lalu. "Kami akan bekerja sama dengan mereka dan pelaku industri lain untuk mencapai pendekatan yang lebih berkelanjutan untuk rilis di masa depan."

Nasib Serupa Menimpa Anthropic Sebelumnya

Bukan kali pertama laboratorium AI Amerika mengalami penundaan rilis model karena masalah keamanan. Pada awal April lalu, Anthropic merilis Claude Mythos Preview secara terbatas ke institusi-institusi kunci sebelum akhirnya meluncurkan Fable 5 pada Juni 2026 — versi yang diklaim lebih aman dengan perlindungan bawaan.

Namun langkah itu tak cukup. Pemerintah AS justru memasukkan Fable 5 dan Mythos ke dalam daftar kontrol ekspor hanya tiga hari setelah peluncuran. Akibatnya, warga negara asing — termasuk karyawan Anthropic sendiri — dilarang mengakses model tersebut. Anthropic akhirnya menarik kedua model dari pasar karena tidak bisa memastikan kepatuhan.

Apa yang Berubah di Era Trump?

Meski awal masa jabatannya menjanjikan pengurangan regulasi untuk mempercepat perkembangan AI, Presiden Donald Trump berbalik arah. Bulan ini ia menandatangani perintah eksekutif yang mewajibkan laboratorium AI AS memberikan akses ke model terbaru mereka 30 hari sebelum rilis publik.

Langkah ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri. Neil Chilson, Kepala Kebijakan AI di Abundance Institute dan mantan Kepala Teknolog FTC, menyebut eskalasi intervensi pemerintah sebagai ancaman serius bagi ekosistem AI.

"Lanjutan penggunaan wewenang kontrol ekspor yang sewenang-wenang dan tanpa penjelasan akan membuat perusahaan memperlambat rilis model baru," tulis Chilson di blognya. "Setiap model AI, seperti semua perangkat lunak sebelumnya, pasti memiliki celah yang perlu ditambal. Pemerintah AS seharusnya tidak menggantungkan pedang Damocles di atas kepala setiap laboratorium tanpa kejelasan kapan akan jatuh atau mengapa."

Apa Langkah Selanjutnya?

Saat ini GPT-5.6 hanya tersedia dalam pratinjau terbatas untuk sekelompok kecil pelanggan yang dipilih langsung oleh pemerintah AS. Akses diberikan secara kasus per kasus. Belum ada jadwal pasti kapan model ini akan dirilis untuk publik, termasuk apakah akan ada versi "teredam" seperti Fable 5 milik Anthropic.

Persaingan dengan China dalam pengembangan AI juga menjadi latar belakang ketatnya pengawasan ini. Meskipun AS sudah menerapkan kontrol ekspor untuk memperlambat kemajuan Beijing, banyak pemimpin industri meyakini bahwa China hanya masalah waktu sebelum menyusul.

Bagikan
Sumber: tomshardware.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks