SULAWESI SELATAN — Laporan dari Reuters yang dikutip Kamis (4/6) mengungkapkan komitmen pendanaan tersebut sudah disepakati Uber dan Nuro. Dua sumber yang mengetahui langsung perkara ini mengatakan angka investasi mendekati setengah miliar dolar AS. Setelah bertahun-tahun mengalami kemacetan pengembangan, industri robotaxi mulai menggeliat lagi. Pemain seperti Tesla, Waymo milik Alphabet, dan Zoox besutan Amazon kini memimpin komersialisasi awal.
Kemitraan Tiga Arah: Uber, Nuro, dan Lucid
Bentuk kerja sama ini bukan sekadar suntikan dana. Uber, Nuro, dan Lucid menjalin kemitraan tiga arah untuk menggelar 35.000 unit robotaxi. Armada tersebut akan menggunakan SUV Gravity dan kendaraan ukuran menengah Lucid yang belum dirilis, dipadukan dengan teknologi otonom Nuro, serta platform Uber sebagai penyedia layanan.
Uber sendiri sudah lama memposisikan diri sebagai platform untuk industri otonom yang baru lahir. Perusahaan ride-hailing ini telah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan kendaraan otonom, termasuk raksasa teknologi China Baidu, pabrikan EV Amerika Rivian, dan startup Inggris Wayve. Di beberapa kota AS, Uber juga sudah berkolaborasi dengan Waymo.
Mimpi Lama yang Kembali Dikejar
Dulu, model bisnis perusahaan ride-hailing seperti Uber dan Lyft sepenuhnya bertumpu pada solusi otonom. Mereka membakar uang investor untuk undercut tarif taksi konvensional dan membangun popularitas, sambil berharap teknologi otonom segera hadir dan menghilangkan biaya operasional pengemudi manusia. Kenyataannya, mimpi itu belum terwujud. Tapi investasi terbaru ini menunjukkan Uber belum menyerah.
Strategi Uber kini lebih realistis: tidak membangun teknologi otonom sendiri dari nol, melainkan menjadi platform yang menaungi berbagai pemain teknologi otonom. Dengan pendekatan ini, Uber bisa tetap relevan di masa depan tanpa harus menanggung beban riset dan pengembangan yang sangat mahal.
Nasib Industri Robotaxi Global
Langkah Uber ini terjadi di tengah akselerasi industri robotaxi secara global. Setelah bertahun-tahun dianggap sebagai janji yang tak kunjung tiba, komersialisasi kendaraan otonom mulai menunjukkan tanda nyata. Waymo telah mengoperasikan layanan robotaxi berbayar di beberapa kota AS. Tesla berjanji akan meluncurkan robotaxi dedicated pada tahun depan. Amazon melalui Zoox juga terus melakukan pengujian di jalan raya.
Bagi Uber, investasi di Nuro bukan tanpa risiko. Startup ini sebelumnya sempat mengalami kesulitan pendanaan dan perubahan strategi bisnis. Namun, kemitraan dengan Lucid memberikan kepercayaan lebih, mengingat Lucid adalah pabrikan EV premium yang serius dengan teknologi platform kendaraan mereka.