MAKASSAR — BPIP Pusat memastikan bahwa proses seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan telah berjalan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Keputusan akhir tidak ditentukan oleh satu pihak, melainkan hasil penilaian kolektif dari lintas unsur.
Proses Penilaian: Bukan Hanya Satu Tes
Fuad Lutfi menjelaskan bahwa seleksi Paskibraka tidak hanya mengandalkan nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh untuk mencari figur yang paling siap secara fisik, mental, dan ideologis.
“Paskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,” ujar Fuad dalam keterangan resminya.
Komponen penilaian meliputi kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, serta kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional.
Mengapa Peserta Asal Makassar Tidak Lolos?
Peserta berinisial CYL asal Makassar gagal melaju ke tahap seleksi pusat karena akumulasi nilainya tidak masuk dalam tiga besar peringkat akhir. Dari setiap provinsi, hanya tiga pasang peserta yang berhak melanjutkan ke tingkat nasional.
“Memang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,” kata Fuad.
BPIP menegaskan bahwa keputusan ini murni berdasarkan hasil penilaian objektif, tanpa membedakan suku, agama, ras, atau latar belakang tertentu. Narasi yang mengaitkan seleksi dengan isu diskriminasi atau rasisme dibantah keras.
Siapa Saja yang Terlibat dalam Seleksi?
Proses seleksi di tingkat provinsi difasilitasi oleh pemerintah daerah melalui panitia seleksi daerah. Namun, untuk menentukan peserta yang akan maju ke tingkat nasional, terdapat keterlibatan langsung unsur pusat.
“Keputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,” tegas Fuad.
Unsur pusat yang terlibat meliputi BPIP, DPPI Pusat, serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). Tim monitoring dan evaluasi dari pusat juga hadir selama proses seleksi di Sulawesi Selatan untuk memastikan transparansi.
Apa Langkah Selanjutnya?
Dengan telah selesainya tahapan seleksi di Sulawesi Selatan, tiga pasang peserta terbaik akan mengikuti seleksi tingkat pusat. BPIP berharap polemik yang berkembang tidak mengganggu proses pembentukan calon Paskibraka nasional yang sedang berjalan.
Fuad mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak berdasar. Ia menekankan bahwa seluruh mekanisme seleksi telah dirancang untuk menjamin keadilan dan profesionalisme.