MAKASSAR — Penyerahan bantuan berlangsung di lingkungan SMAN 5 Makassar dengan agenda yang menggabungkan dukungan finansial dan transfer pengetahuan. Direktur Keuangan Pelindo Bachtiar Soeria Atmadja hadir langsung menyampaikan materi tentang industri kepelabuhanan kepada para pelajar.
Bachtiar menjelaskan bahwa pelabuhan memegang peran strategis dalam menghubungkan wilayah Indonesia. Layanan Pelindo mencakup aktivitas kapal, barang dan peti kemas, hingga penumpang.
Dalam paparannya, Bachtiar menekankan bahwa pelabuhan bukan hanya tempat kapal bersandar. Menurutnya, pelabuhan menjadi titik temu yang menopang pergerakan barang, aktivitas ekonomi, dan pertumbuhan wilayah.
"Pelindo menghubungkan Indonesia setiap hari. Pelabuhan bukan sekadar tempat kapal bersandar, melainkan simpul konektivitas yang mendukung pergerakan barang, aktivitas ekonomi, dan pertumbuhan berbagai wilayah di Indonesia," ujar Bachtiar.
Materi yang disampaikan juga menyoroti perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi. Bachtiar mengingatkan siswa agar membekali diri dengan kemampuan beradaptasi, penguasaan keterampilan, dan kolaborasi dengan teknologi.
"Pekerjaan tidak sekadar hilang, tetapi terus berubah. Karena itu, generasi muda harus mampu beradaptasi, terus belajar, dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk berkembang," tuturnya.
Pada sesi motivasi, Bachtiar membagikan pengalaman pendidikan dan kariernya, termasuk saat menghadapi berbagai tantangan. Dia menekankan pentingnya integritas, etika, kedisiplinan, serta keberanian mengambil keputusan.
"Hidupmu adalah hasil dari pilihan-pilihan yang kamu buat, bukan dari apa yang terjadi padamu," pesan Bachtiar kepada para siswa.
Kegiatan Pelindo Mengajar berlangsung melalui diskusi, tanya jawab, dan kuis interaktif. Selain bantuan pendidikan senilai Rp50 juta, Pelindo menyerahkan satu unit smartphone kepada seorang siswa berprestasi.
Pelaksana Harian Kepala SMAN 5 Makassar Sudirman Kadir mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, siswa memperoleh pengetahuan langsung dari praktisi industri.
Sudirman menyebut materi mengenai BUMN telah menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah. Kehadiran Pelindo dinilai memperkaya pemahaman siswa, terutama soal sektor kepelabuhanan dan kemaritiman.
"Kami berharap kegiatan ini dapat berlanjut melalui kolaborasi yang lebih luas, termasuk menghadirkan praktisi Pelindo sebagai guru tamu serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengunjungi pelabuhan dan melihat langsung aktivitas operasionalnya," ujar Sudirman.
Program Pelindo Mengajar menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui program ini, Pelindo memperkenalkan peluang dan tantangan dunia kerja kepada generasi muda sejak bangku sekolah menengah.