Pencarian

Forland Resmi Masuk Indonesia, Jual Truk Listrik ET5 dan EL5e

Selasa, 03 November 2026 • 14:07:01 WIB
Forland Resmi Masuk Indonesia, Jual Truk Listrik ET5 dan EL5e
Forland resmi meluncurkan merek kendaraan niaga listrik di Jakarta pada 3 November 2026.

SULAWESI SELATAN — PT Tangguh Utama Sejahtera resmi meluncurkan merek kendaraan niaga listrik Forland di Jakarta pada 3 November 2026, membawa platform ET5 dan EL5e untuk segmen logistik dan konstruksi. Langkah ini menandai masuknya pemain global asal Tiongkok ke pasar kendaraan komersial listrik Indonesia yang penetrasinya masih di bawah 1 persen. Forland hadir lewat jaringan MAS Group yang telah 25 tahun beroperasi di industri otomotif nasional.

Peluncuran berlangsung di Gedung Nusantara NT Tower, Jakarta, dengan menghadirkan jajaran manajemen Forland International dan PT Tangguh Utama Sejahtera selaku distributor resmi (APM) di Indonesia. Forland didirikan pada 1999 dan kini berafiliasi dengan BAIC Group, dengan distribusi ke lebih dari 50 negara dan total produksi kumulatif 7 juta unit.

Penetrasi Kendaraan Niaga Listrik Masih di Bawah 1 Persen

Presiden Direktur PT Tangguh Utama Sejahtera, Hong Lin (Darwin), menyebut ketimpangan adopsi antara kendaraan penumpang dan niaga sebagai dasar masuknya Forland. Angka yang dipakai adalah penetrasi mobil listrik penumpang yang telah menembus 20 persen, sementara kendaraan niaga listrik belum mencapai 1 persen.

"Jika kendaraan listrik penumpang sudah mencapai 20 persen penetrasi, kendaraan niaga listrik bahkan belum mencapai 1 persen. Ini bukan sekadar peluang bisnis, melainkan kesempatan strategis untuk membentuk pasar sejak awal," kata Hong Lin dalam keterangan resminya.

Forland mengusung semangat "The Unseen Giant" untuk memposisikan diri sebagai pemain yang belum terlihat di pasar penumpang, tetapi punya kapabilitas global di segmen komersial.

Platform ET5 untuk Logistik, EL5e untuk Konstruksi Kota

Pendekatan produk Forland berbasis kesesuaian operasional, bukan sekadar menjual unit. Setiap platform dirancang menjawab tantangan muatan dan rute usaha yang berbeda. Lini kendaraan 100 persen listrik yang diperkenalkan mencakup:

  • Platform ET5: varian Pick Up, Box, Box Aluminium, Cold Chain Solutions untuk rantai dingin, hingga Angkutan Kota
  • Platform EL5e: Electric Dump Truck dan Arm Roll Truck untuk aplikasi kerja menengah dan konstruksi perkotaan
  • Kategori Van: Blind Van U7 dan U9 untuk efisiensi logistik perkotaan dan pengiriman barang harian

CEO Forland International Dong YongSheng menyebut Indonesia punya fundamental ekonomi kuat dan menjadi salah satu pasar paling dinamis di Asia Tenggara. Pengalaman manufaktur global selama dekade terakhir jadi fondasi kolaborasi dengan TUS.

"Kolaborasi strategis dengan TUS adalah langkah nyata untuk mendukung transformasi mobilitas listrik komersial yang efisien dan berkelanjutan di Indonesia," ujar Dong YongSheng.

Jaringan MAS Group Jadi Andalan Purnajual

Bagi pengelola armada, ketersediaan servis dan suku cadang sama pentingnya dengan harga unit. TUS menumpukan jaminan purnajual pada pengalaman dan jaringan MAS Group selama lebih dari 25 tahun di industri otomotif nasional, termasuk manajemen armada dan distribusi kendaraan komersial.

Hong Lin menegaskan keberhasilan kendaraan komersial tidak hanya ditentukan produk dan harga. "Kami memahami bahwa keberhasilan kendaraan komersial bukan hanya tentang produk dan harga, tetapi juga keandalan, ketersediaan suku cadang, dan layanan purna jual," katanya.

Ekosistem Pengisian Daya hingga Penyimpanan Energi

Di luar unit, TUS menyiapkan ekosistem energi terintegrasi lewat kemitraan dengan StarCharge untuk infrastruktur pengisian daya, CRRC untuk teknologi Battery Energy Storage System (BESS), serta integrasi energi terbarukan berbasis solar energy. Skema ini menyasar fleet operator yang butuh kepastian pengisian daya di lokasi operasional, bukan hanya bergantung pada jaringan publik.

Peluncuran Forland menambah daftar merek kendaraan niaga listrik yang mencoba peruntungan di pasar Indonesia, setelah beberapa pemain global lebih dulu masuk. Pertarungan sesungguhnya akan terjadi di sisi total biaya kepemilikan armada, ketersediaan suku cadang, dan kecepatan respons servis di lapangan.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inanews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks