WAJO — Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Kabut asap dinilai berpotensi mengganggu kesehatan warga, merusak lingkungan, serta menghambat aktivitas harian.
Kepala DLH Kabupaten Wajo, A. Fakhrul Rijal B., menegaskan bahwa upaya pencegahan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya instansi pemerintah.
"Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap dan ikut berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan," ujar Fakhrul dalam pesan kampanye DLH Kabupaten Wajo, Kamis (15/10/2026).
Paparan kabut asap dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, dan warga dengan kondisi kesehatan rentan. Gangguan yang muncul antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk, pilek, asma, bronkitis, serta iritasi mata yang ditandai mata merah dan perih.
Warga yang sudah memiliki gangguan pernapasan atau penyakit tertentu berisiko mengalami kondisi lebih buruk saat kualitas udara memburuk.
DLH Kabupaten Wajo merinci sejumlah langkah sederhana yang bisa diterapkan warga untuk melindungi kesehatan sekaligus menjaga lingkungan:
Selain imbauan soal kabut asap, DLH Wajo mendorong partisipasi masyarakat dalam program PISOTA, yakni Pilah Sampah, Olah Sampah, dan Tanami Pekarangan. Program itu menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah serta memanfaatkan pekarangan untuk penghijauan.
Melalui kampanye tersebut, DLH Kabupaten Wajo berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kualitas lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Warga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi kebakaran hutan atau lahan. Pelaporan cepat dinilai krusial agar api bisa ditangani sebelum meluas dan kabut asap tidak menyebar ke permukiman.
Upaya pencegahan dinilai membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, lingkungan permukiman, hingga berbagai pihak yang peduli terhadap kelestarian alam. Dengan kesadaran bersama, risiko kabut asap dapat ditekan dan kualitas lingkungan di Wajo tetap terjaga.