SULAWESI SELATAN — Hitachi Vantara, unit bisnis penyimpanan data dan infrastruktur AI milik Hitachi Ltd., membawa lini storage kelas atas mereka ke pasar Indonesia. Perangkat yang dimaksud adalah Virtual Storage Platform One (VSP One) Block High End, solusi all-flash NVMe yang menyasar korporasi dengan beban kerja aplikasi mission-critical.
Peluncuran ini terjadi di tengah dua momentum besar: finalisasi rancangan Peraturan Presiden tentang Roadmap AI Nasional 2026–2029 oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta pertumbuhan transaksi pembayaran digital yang menurut Bank Indonesia menembus 5,50 miliar transaksi pada Juli 2026 atau naik 28,69% secara tahunan.
Dari sisi spesifikasi, VSP One Block High End mengandalkan arsitektur all-flash NVMe yang mampu menghasilkan hingga 50 juta operasi input/output per detik (IOPS). Platform ini juga dilengkapi akselerasi kompresi berbasis perangkat keras dan adaptive data reduction.
Kombinasi tersebut ditujukan agar kinerja sistem tetap stabil ketika memproses data berskala besar. Pengelolaannya ditangani lewat VSP 360, perangkat lunak manajemen terpadu Hitachi Vantara yang memungkinkan konsolidasi beban kerja di lingkungan open systems maupun mainframe.
Ancaman siber menjadi salah satu fokus utama perangkat ini. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sekitar 5,16 miliar aktivitas lalu lintas internet tidak wajar sepanjang 2025, angka yang menjadi dasar mengapa integritas data dan pemulihan cepat diprioritaskan.
VSP One Block High End dibekali immutable snapshots dan pemulihan otomatis. Sistem ini juga terintegrasi dengan layanan berlangganan Ransomware Detection yang didukung teknologi CyberSense, memanfaatkan AI untuk mendeteksi anomali, mengidentifikasi kerusakan akibat ransomware, dan menentukan recovery point terdekat dari salinan data yang bersih.
Enterprise Solutions Consultant Lead Hitachi Vantara Indonesia, Sony Chahyadi, menyatakan platform ini telah mengantongi sertifikasi keamanan FIPS 140-3 Level 2.
"Modernisasi infrastruktur bukan sekadar menambah kapasitas. Perusahaan membutuhkan kinerja yang andal untuk mendukung berbagai kebutuhan komputasi, pengelolaan yang lebih sederhana di lingkungan open systems dan mainframe, serta kemampuan untuk memulihkan data secara cepat dan akurat ketika terjadi gangguan," jelas Sony, dalam keterangan yang diterima detikINET.
Country Managing Director Hitachi Vantara Indonesia, Ming Sunadi, menekankan bahwa layanan yang harus selalu tersedia kini menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia. Mulai dari transaksi keuangan, platform yang berhubungan langsung dengan pelanggan, hingga aplikasi AI yang terus berkembang.
"Ekonomi digital Indonesia semakin bergantung pada layanan yang harus selalu tersedia, mulai dari transaksi keuangan, platform yang berhubungan langsung dengan pelanggan, hingga aplikasi AI yang terus berkembang. Dengan hadirnya VSP One Block High End di Indonesia, perusahaan memiliki pilihan untuk memodernisasi infrastruktur sekaligus memperkuat ketahanan operasional," ujar Ming Sunadi.
Bagi pelaku bisnis digital dan investor, kehadiran perangkat storage kelas enterprise ini menandai satu hal: kebutuhan infrastruktur data di Indonesia tidak lagi sekadar soal kapasitas, tetapi juga ketahanan operasional dan kepatuhan keamanan. Hitachi Vantara belum mengungkap jadwal rollout bertahap maupun mitra distribusi lokal untuk perangkat ini.