11 Warga Makassar hingga Toraja Tewas dalam Kebakaran Pasar Paniai Papua Tengah, 6 di Antaranya Anak-Anak

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Selasa, 08 September 2026 | 09:03:02 WIB
Sebelas warga pendatang dari Makassar hingga Toraja tewas dalam kebakaran Pasar Paniai, Papua Tengah, pada Senin dini hari.

PAPUA TENGAH — Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 00.25 WIT. Kobaran api disebut membesar dengan cepat dan merambat ke sejumlah rumah kios yang berdempetan, membuat proses evakuasi dan pemadaman berlangsung alot.

"Besarnya kobaran api serta kondisi rumah kios yang saling berdempetan membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama," ujar Kasubbid Penmas Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung kepada detikcom, Senin (7/9/2026).

Korban Jiwa Didominasi Anak-Anak dan Perantau Sulsel

Setelah api berhasil dipadamkan, aparat menyisir bangunan yang terbakar dan menemukan 11 orang meninggal dunia. Seluruh jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Paniai untuk penanganan lebih lanjut.

"Dari 11 korban, lima di antaranya merupakan orang dewasa," beber Henry. Para korban dewasa diidentifikasi sebagai NA (70), WA (36), HA (30), RF (28), dan HE (30).

Enam korban lainnya masih anak-anak, yakni AS (9), AB (6), AD (5), AR (9), IC (6), dan AY (2). Kapolres Paniai AKBP Roycke H. F. Betaubun memastikan korban adalah pendatang.

"Korban kebakaran 100% itu pendatang. Pendatang itu, rumah pendatang dan itu semi-permanen," kata Roycke kepada detikcom, Senin (7/9/2026).

49 Bangunan Hangus dan 148 Warga Mengungsi

Dampak kebakaran terbilang masif. Pendataan sementara mencatat 49 rumah dan kios ludes dilalap si jago merah. Sebanyak 148 orang dilaporkan mengungsi ke polsek, masjid, dan rumah kerabat.

"Data terbaru kebakaran terdapat 49 rumah dan kios. Sementara jumlah korban yang mengungsi 148 orang," kata Roycke.

Kerugian materiil akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp 2 miliar. Angka tersebut masih bisa bertambah karena pendataan menyeluruh terus dilakukan, termasuk terhadap warga yang mengalami luka-luka.

"Kita lagi pendataan ini kan perawatan itu kan ada luka sedang, luka berat, luka ringan. Estimasi kerugian sementara kita masih di atas Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar," jelasnya.

Penyebab Masih Didalami, Polisi Kumpulkan Rekaman CCTV

Pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kebakaran. Sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

"Kalau indikasi untuk penyebab kebakaran ini masih oleh TKP Satreskrim Polres Paniai karena kita tidak bisa berbicara dengan satu alat bukti," ujar Roycke.

"Ini sementara CCTV masih kami kumpulkan di dekat TKP. CCTV yang ada di masyarakat yang ada di kantor-kantor itu sementara kami masih kumpulkan," lanjutnya.

Roycke menegaskan kebakaran ini tidak ada kaitannya dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Pihaknya memastikan faktor tersebut bukanlah penyebab dari musibah yang menimpa warga perantauan itu.

"Kalau indikasi terkait dengan dalam hal ini gangguan KKB, itu tidak, tidak. Itu bukan faktor dari KKB atau simpatisan KKB," imbuhnya.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top