SOPPENG — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sulsel, menginstruksikan Pemkab Soppeng segera melaporkan fasilitas kesehatan yang kekurangan alat ukur standar. Instruksi ini disampaikan saat meninjau langsung pelayanan di UPTD Puskesmas Sewo pada Senin lalu.
Akurasi alat antropometri menjadi perhatian utama karena menentukan validitas data. Jika alat ukur tidak standar, hasil pendataan bisa meleset dan intervensi gizi yang diberikan menjadi tidak tepat sasaran.
Pemkab Soppeng diminta mengejar target penurunan angka stunting hingga di bawah rata-rata nasional. Saat ini prevalensi stunting di kabupaten tersebut masih berkisar 26,6 persen, selisih cukup lebar dari capaian nasional.
Dalam kunjungan itu, diserahkan paket bantuan gizi berupa susu yang disesuaikan dengan usia anak. Bantuan ini akan dievaluasi ketat dalam rentang waktu satu hingga tiga bulan ke depan untuk mengukur efektivitasnya.
Wakil Bupati Soppeng, Selle K.S. Dalle, menyambut positif arahan tersebut. Pemkab setempat telah menggalakkan inovasi lokal bernama Buras (Bujukan Rujukan Atasi Stunting) yang melibatkan kader Posyandu, Puskesmas, dan pemerintah kecamatan.
Pemkab Soppeng didorong mengalokasikan dukungan program stunting yang lebih terintegrasi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027. Penguatan anggaran ini dinilai penting agar program tidak berjalan parsial di masing-masing dinas.
Selain persoalan gizi, kunjungan kerja ini juga menyasar penguatan ekonomi keluarga dan sektor pertanian. Sebanyak 20 mesin jahit dan 20 mesin obras diserahkan ke Dinas PPPA Soppeng untuk meningkatkan keterampilan perempuan.
Wagub menegaskan agar bantuan peralatan tersebut tidak diperjualbelikan. Bantuan ini dimaksudkan sebagai modal usaha produktif bagi kelompok perempuan di daerah itu.
Di Dusun Bakke, Desa Ganra, Wagub menyerahkan bantuan bibit tanaman berupa cabai, rambutan, dan alpukat, serta mesin pompa air kepada lima kelompok tani. Bantuan ini diharapkan mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian warga.
Pemberdayaan ekonomi keluarga menjadi fokus paralel dalam kunjungan ini. Langkah ini dinilai saling terkait dengan upaya penurunan stunting, sebab ketahanan pangan rumah tangga berpengaruh langsung pada asupan gizi anak.