Insentif Pajak Tenaga Surya AS Dihapus, Pasar Rumahan Justru Beralih ke Baterai Penyimpanan

Penulis: Nurul Huda  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 03:01:01 WIB
Pasar tenaga surya rumahan AS beralih ke baterai penyimpanan setelah insentif pajak dihapus.

SULAWESI SELATAN — Kekhawatiran akan matinya industri tenaga surya rumahan di Amerika Serikat tampaknya prematur. Meski insentif fiskal utama telah berakhir, data industri menunjukkan pasar sedang bertransformasi, bukan runtuh. Survei dari SEIA dan Wood Mackenzie memperkirakan penurunan pasar residensial hanya berkisar 18-21% pada bulan-bulan setelah insentif tersebut hilang—jauh dari prediksi kehancuran total.

Angka 45%: Baterai Jadi Primadona Baru

Faktor kunci yang mengubah arah industri ini adalah meroketnya tingkat pemasangan baterai rumah. Pada 2025, hampir separuh instalasi surya baru sudah dilengkapi teknologi penyimpanan energi. Bandingkan dengan tahun 2020 yang hanya sekitar 6%.

Perubahan ini didorong oleh kebutuhan yang lebih mendasar daripada sekadar penghematan biaya listrik. Frekuensi badai besar yang meningkat, harga energi yang fluktuatif, dan keandalan jaringan listrik yang menurun membuat konsumen mencari solusi untuk kemandirian energi.

Kemandirian Energi Gaya Amerika

Konsep "energy dominance" mulai populer di kalangan pemilik rumah. Jim Reilly, pakar microgrid dari GM Defense, membagikan pengalamannya menggunakan sistem yang menggabungkan baterai cadangan GM Energy dan truk listrik GMC Sierra EV yang diisi dari panel surya atap. "Ini adalah Energy Dominance. Saya memiliki kilang dan sistem pengirimannya sendiri," tulisnya.

Pengalaman serupa datang dari pembaca Electrek, Craig Merrow. Dengan panel surya 6,5 kW, ia menghasilkan 16-38 kWh per hari, sementara konsumsinya hanya 5-6 kWh per hari. "Investasi yang sudah terbayar lunas tanpa biaya pemanas atau tagihan listrik, plus baterai berarti tidak perlu khawatir saat listrik padam," ungkapnya.

Perubahan Narasi Pasar

Percakapan seputar tenaga surya telah bergeser dari sekadar "hemat biaya" atau "menyelamatkan planet" menuju ketahanan jaringan dan keamanan energi. Survei menunjukkan banyak pemilik rumah bahkan tidak mengetahui keberadaan kredit pajak 30% tersebut, yang menjelaskan mengapa dampak penghapusannya tidak sedrastis yang dikhawatirkan.

Meski pasar sedang menyesuaikan diri dengan realitas baru, adopsi teknologi ini secara luas tetap akan membantu menopang jaringan listrik dan menekan biaya energi untuk semua orang. Industri tenaga surya rumahan AS mungkin telah memasuki babak berbeda, tapi perjalanannya masih panjang.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top