SULAWESI SELATAN — Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menegaskan mesin bensin masih menjadi tulang punggung pasar roda dua nasional, sementara kontribusi motor listrik baru menyentuh kisaran 1-2 persen. Pendekatan multi-teknologi dipilih karena setiap jenis kendaraan punya karakter dan segmen konsumen berbeda. Produsen disebut terus menggenjot efisiensi bahan bakar mesin ICE sembari menyiapkan jalur biofuel.
Ketua Bidang Komersial AISI, Yosef Utama, menyampaikan posisi industri soal peta teknologi sepeda motor di Jakarta. Menurutnya, produsen tidak bisa bergantung pada satu jenis penggerak saja untuk menjawab kebutuhan konsumen yang beragam.
"Kita yakinin bahwa solusi mobilitas itu bukan cuma satu, kita sebut multi-technology," ujar Yosef.
Mesin Bensin Masih Jadi Prioritas Pengembangan
Pengembangan motor bermesin pembakaran internal dinilai masih relevan dengan kebutuhan harian masyarakat. Fokusnya kini bergeser ke peningkatan efisiensi bahan bakar lewat teknologi yang terus disempurnakan.
Yosef menyebut motor ICE akan terus dibuat semakin irit. Pendekatan ini ditempuh karena konsumen membutuhkan kendaraan praktis untuk mobilitas sehari-hari, bukan sekadar soal tren elektrifikasi.
Biofuel dan Etanol Masuk Peta Jalan
Selain bensin, industri membuka peluang bahan bakar alternatif berbasis campuran etanol. Pengembangannya disebut bakal dilakukan bertahap, mengikuti kesiapan pasokan dan infrastruktur.
"Di situ ada motor ICE yang terus-menerus makin irit, kita sebut fuel efficiency technology. Kemudian teknologi-teknologi seperti biofuel. Kalau ada etanol, E5, E10, E20, E50 gitu ya nantinya," kata Yosef.
Kontribusi Motor Listrik Baru 1-2 Persen
Angka 1-2 persen menunjukkan elektrifikasi roda dua masih jauh tertinggal dibanding segmen mobil listrik. Penerimaan konsumen terhadap motor listrik dinilai butuh proses lebih panjang.
Sejumlah pekerjaan rumah masih mengadang. Mulai dari performa kendaraan, jarak tempuh per pengisian, durasi pengisian baterai, hingga daya tahan baterai atau State of Health (SOH).
Rasa Aman dan Nilai Jual Kembali Jadi Syarat
Industri perlu memastikan konsumen mendapat peace of mind saat memakai motor listrik. Ekosistem pendukung yang matang dan nilai jual kembali yang terjaga disebut menjadi kunci penerimaan pasar.
Tanpa kepastian di dua hal itu, motor listrik berpotensi sulit keluar dari ceruk pasar kecil. Mesin bensin diperkirakan tetap mendominasi dalam beberapa tahun ke depan.