Pencarian

DEWA Cetak Laba Rp 513 Miliar, PACK Siapkan Rights Issue Rp 8,2 Triliun

Senin, 26 Oktober 2026 • 09:10:02 WIB
DEWA Cetak Laba Rp 513 Miliar, PACK Siapkan Rights Issue Rp 8,2 Triliun
Laba bersih DEWA melonjak 114,55% menjadi Rp 513,08 miliar pada sembilan bulan pertama 2026.

SULAWESI SELATAN — Laba bersih Darma Henwa (DEWA) melonjak 114,55% menjadi Rp 513,08 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, dari Rp 239,14 miliar di periode sama tahun lalu. Di sisi lain, Abadi Nusantara Hijau Investama (PACK) menyiapkan rights issue maksimal Rp 8,2 triliun untuk membayar pinjaman dan membiayai sejumlah akuisisi. IHSG sendiri ditutup menguat 0,95% ke level 5.439,26 pada perdagangan Jumat (23/10).

Kinerja DEWA ditopang pendapatan yang naik 9,71% secara tahunan menjadi Rp 5,10 triliun, dari sebelumnya Rp 4,65 triliun. Laba bruto perseroan meningkat 53,72% menjadi Rp 1,03 triliun, sementara beban pokok pendapatan hanya naik 2,26% secara tahunan. Pendapatan lain-lain bersih juga tercatat naik menjadi Rp 260,20 miliar.

Beban dan Liabilitas DEWA Ikut Meningkat

Meski laba melesat, DEWA tetap membukukan kenaikan beban umum dan administrasi serta beban keuangan. Dari sisi neraca, total liabilitas perseroan naik 21,16% secara year-to-date menjadi Rp 9,86 triliun. Posisi kas dan bank tercatat Rp 744,92 miliar, turun 36,64% dibandingkan periode sebelumnya.

PACK Terbitkan 100 Miliar Saham Baru

PACK merencanakan Penambahan Modal dengan HMETD II atau rights issue dengan menerbitkan maksimal 100 miliar saham baru. Nilai aksi korporasi ini mencapai maksimal US$463 juta atau sekitar Rp 8,20 triliun. PT Eco Energi Perkasa ditunjuk sebagai pembeli siaga dengan nilai maksimal US$418 juta atau sekitar Rp 7,40 triliun.

Dana hasil rights issue akan dipakai untuk pembayaran pinjaman, pembelian saham Denway Development Limited (DDL), serta kebutuhan modal kerja perseroan dan/atau anak usaha. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya berpotensi mengalami dilusi hingga sekitar 74,60%.

Dua Akuisisi Menyertai Rights Issue PACK

Bersamaan dengan rights issue, PACK berencana membeli 100% saham DDL senilai US$324 juta dari Hanking (Indonesia) Mining Limited. Transaksi ini masuk kategori afiliasi karena terdapat kesamaan pengendali akhir. PACK juga akan mengakuisisi 100% saham PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama senilai US$79 juta, perusahaan dengan konsesi tambang nikel seluas 4.778 hektare di Morowali.

Seluruh rencana aksi korporasi tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 30 November 2026.

PTSN: Pendapatan Naik 65,2%, Laba Justru Turun

Sat Nusapersada (PTSN) mencatat pertumbuhan pendapatan 65,20% YoY menjadi US$182,28 juta pada 1H26, dari US$110,32 juta di 1H25. Namun laba bersih turun 30,40% YoY menjadi US$4,69 juta, seiring kenaikan beban pokok pendapatan yang menekan margin laba kotor menjadi 8,10% dari 13,90%.

PTSN berpeluang terlibat dalam rencana pemerintah membagikan ponsel gratis kepada 25 juta warga kelompok desil 1–4. Dengan asumsi harga pengadaan Rp 1,10 juta per unit, kebutuhan anggaran program tersebut diperkirakan mencapai Rp 27,50 triliun. Realisasi peluang bagi PTSN masih bergantung pada mekanisme pengadaan dan keterlibatan perseroan.

IHSG Ditutup Menguat, Asing Masih Net Sell

IHSG mengakhiri perdagangan Jumat (23/10) di level 5.439,26, naik 0,95%. MORA naik 9,46%, DSSA menguat 6,16%, dan VKTR melonjak 16,96%. Sebaliknya BBCA turun 2,90%, DCII melemah 1,08%, dan AMRT terkoreksi 3,24%.

Investor asing membukukan net sell Rp 1,62 triliun di pasar reguler dan Rp 1,29 triliun di seluruh pasar. Seluruh 11 sektor di Bursa ditutup menguat, dengan Consumer Cyclical naik paling besar 3,14%. Dari bursa AS, Dow Jones turun 1,23% ke 52.215, S&P 500 terkoreksi 0,52% ke 7.623, dan Nasdaq turun 0,21% ke 25.955.

Pergerakan IHSG masih dibayangi sentimen reformasi pasar modal, arus jual investor asing, ketidakpastian terkait MSCI, dan pelemahan rupiah. ETF EIDO turun 0,28% dan MSCI Indonesia melemah 0,02%.

Rekomendasi Saham

  • UNTR – Buy 25.100–25.200 | TP 25.650–26.000 | SL 23.700
  • TOBA – Buy 505–515 | TP 530–540 | SL 484
  • VKTR – Buy 392–396 | TP 408–418 | SL 374
  • ENRG – Buy 865–875 | TP 890–900 | SL 820
  • AKRA – Buy 1.375–1.385 | TP 1.400–1.420 | SL 1.310

Segala analisis dan rekomendasi saham bersifat informatif, bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks