MAKASSAR — Dua tim riset SMP Islam Athirah Makassar berhasil membawa pulang medali emas dan penghargaan khusus dari OPSI 2026. Kompetisi penelitian tingkat nasional itu mempertemukan 1.088 tim bidang IPA dan 1.037 tim bidang IPS dari berbagai daerah di Indonesia.
Medali emas bidang IPA diraih Bening Faratika Ayuni dan Adil Kusuma Ramadhan. Penghargaan khusus bidang IPS dibawa Andi Aila Putri Nafeeza bersama Muhammad Alfath Abrisam Ahza.
Pendingin Pasif untuk Smartphone yang Sering Overheating
Tim IPA mengangkat penelitian berjudul "Hydrocool: Smart Bio-based Hydrogel Cooling Case Berbasis Biopolimer-CaCl? sebagai Sistem Pendingin Pasif Terintegrasi dalam Mengatasi Overheating pada Smartphone."
Riset itu menawarkan pemanfaatan material berbasis biopolimer sebagai solusi pendinginan pasif. Pendekatan ini menyasar persoalan overheating yang lazim dialami pengguna smartphone saat perangkat dipakai intensif.
Ketahanan Remaja Menghadapi Misinformasi AI
Di bidang IPS, tim mengangkat penelitian "EPIC-AI (Epistemic Protection and Information Control Toward Artificial Intelligence): Analisis Ketahanan Epistemik Remaja terhadap Misinformasi sebagai Cerminan Kesiapan Literasi Artificial Intelligence."
Kajian itu menilai kemampuan remaja menghadapi misinformasi di tengah perkembangan kecerdasan artifisial. Aspek yang dilihat adalah kesiapan literasi AI dari perspektif ketahanan epistemik.
Kedua tim menempuh tahapan kompetisi dari tingkat Kota Makassar hingga provinsi sebelum melaju ke nasional. Isu yang diangkat berbeda, tetapi sama-sama berangkat dari persoalan dekat dengan perkembangan teknologi dan kehidupan masyarakat.
Kepala Sekolah Sebut Hasil Proses Panjang
Kepala SMP Islam Athirah Makassar, Nilamartini, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai prestasi itu buah dari proses panjang yang dijalani siswa sejak tahap daerah hingga nasional.
"Alhamdulillah, sangat bersyukur dengan prestasi yang diraih anak-anak. Mereka bisa menyelesaikan penelitian dan berlanjut ke tingkat nasional, mulai dari tingkat Kota Makassar, provinsi hingga nasional. Ini adalah hal yang baik untuk anak-anak dan sekolah," ujarnya.
Nilamartini menyebut capaian itu bagian dari pengembangan kompetensi siswa di bidang riset dan penelitian. Keberhasilan tersebut, menurut dia, tidak lepas dari usaha maksimal serta dukungan keluarga besar Sekolah Islam Athirah.
"Kompetensi dan kemampuan dalam bidang riset atau penelitian ini adalah rezeki dari Allah SWT dari usaha yang sudah dilakukan secara maksimal. Ini juga tidak lepas dari doa seluruh keluarga besar Sekolah Islam Athirah," tuturnya.
Reaksi Bening dan Aila Usai Pengumuman
Bening Faratika Ayuni mengungkapkan rasa syukurnya atas medali emas yang diraih bersama tim. Ia menyebut penghargaan itu hasil dari doa, kerja keras, perjuangan, dan dukungan berbagai pihak.
"Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas pencapaian ini. Medali emas ini menjadi hasil dari doa, kerja keras, perjuangan, dan dukungan dari banyak pihak. Terima kasih kepada semua yang telah mendoakan dan memberikan dukungan selama prosesnya. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berusaha dan memberikan yang terbaik ke depannya," kata Bening.
Andi Aila Putri Nafeeza mengaku bersyukur dan bahagia atas penghargaan khusus yang diterimanya. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
"Saya merasa sangat bersyukur dan bahagia setelah menerima penghargaan khusus ini. Penghargaan ini menjadi suatu kehormatan sekaligus motivasi bagi saya untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan yang terbaik ke depannya," ujarnya.
Capaian kedua tim diharapkan memacu siswa SMP Islam Athirah Makassar mengembangkan kemampuan riset dan berpikir kritis. Prestasi ini juga memperkuat komitmen sekolah mendorong budaya penelitian serta memfasilitasi siswa berkompetisi di tingkat nasional.