WAJO — Sayembara logo Festival Danau Tempe 2026 resmi memunculkan pemenang. Muhammad Asrul Hariadi, warga Kabupaten Pangkep, berhasil menyisihkan 73 peserta lain dalam kompetisi yang diumumkan panitia pelaksana pada Rabu (26/8/2026).
Karya Asrul dinilai paling kuat merepresentasikan identitas dan semangat festival tahunan yang digelar di Kabupaten Wajo tersebut. Proses seleksi berlangsung ketat dan melibatkan sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.
Filosofi Palisu Sumange di Balik Desain Pemenang
Tema yang diangkat Asrul dalam karyanya adalah "Palisu Sumange Ri Tanah Wajo". Frasa ini menjadi konsep dasar yang dituangkan ke dalam elemen visual logo, mencerminkan semangat dan karakter budaya masyarakat Wajo.
Boim, salah seorang panitia pelaksana, menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya berhenti pada aspek estetika. Originalitas, makna, dan filosofi menjadi komponen utama yang dipertimbangkan dewan juri dalam menentukan karya terbaik.
"Proses penilaian berlangsung ketat dengan melihat beberapa komponen logo, seperti originalitas, makna dan filosofi," jelas Boim.
74 Karya Bersaing dari Seluruh Sulawesi Selatan
Antusiasme peserta sayembara cukup tinggi. Total 74 desain masuk dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, menunjukkan perhatian luas terhadap perhelatan budaya di Danau Tempe.
Dengan terpilihnya karya Asrul, logo tersebut akan menjadi bagian penting dari identitas visual penyelenggaraan Festival Danau Tempe 2026. Desain ini akan digunakan dalam berbagai materi promosi dan atribut resmi kegiatan.