MAKASSAR - Kuliner malam di Makassar bukan sekadar urusan mencari makanan setelah matahari tenggelam.
Di Kota Daeng, malam punya aroma sendiri: kuah rempah yang mengepul, ikan bakar yang baru diangkat dari bara, pisang kepok yang dipipihkan di atas panggangan, hingga kedai sederhana yang mulai ramai ketika jalanan beranjak sepi.
Bagi pencinta makanan, kuliner malam di Makassar menawarkan pengalaman yang jauh lebih berwarna daripada sekadar makan malam, terutama karena banyak hidangan khas Sulawesi Selatan justru terasa paling nikmat ketika disantap hangat dalam suasana malam.
Dari kawasan Losari sampai kedai-kedai yang tersebar di pusat kota, pilihan bisa disusun berdasarkan jenis makanan, anggaran, dan jam operasional.
Mengapa Makassar Menarik untuk Wisata Kuliner Malam?
Malam hari membuat karakter kuliner Makassar terasa lebih kuat dan santai.
Portal pariwisata resmi Makassar menempatkan Coto Makassar, Konro, Pallubasa, dan Es Pisang Ijo sebagai bagian dari daya tarik kuliner kota.
Sementara Pantai Losari dikenal sebagai salah satu ruang publik ikonik yang dapat dikunjungi sepanjang hari dan menawarkan pilihan seperti pisang epe serta mie titi.
Ada alasan mengapa kuliner malam begitu lekat dengan Makassar. Banyak hidangan tradisional memiliki karakter gurih, kaya rempah, dan cocok disantap panas-panas.
Coto, konro, dan pallubasa misalnya, bukan makanan yang mengandalkan rasa ringan. Kuah dan bumbunya membutuhkan waktu pengolahan sehingga menghasilkan rasa yang dalam.
Di sisi lain, malam juga membuka ruang bagi makanan yang lebih santai: jajanan, seafood, kopi, dan kudapan manis.
Karakter kuliner malam Makassar
- Gurih dan kaya rempah: cocok untuk makan malam yang mengenyangkan.
- Banyak pilihan berbahan daging: coto, konro, dan pallubasa menjadi contoh paling kuat.
- Seafood mudah ditemukan: ikan bakar, cumi, udang, hingga kepiting.
- Jajanan khas tetap menonjol: terutama pisang epe dan jalangkote.
- Rentang harga lebar: tersedia kedai sederhana hingga restoran dengan suasana lebih premium.
Rekomendasi Kuliner Malam di Makassar
Bagian ini menjadi panduan praktis untuk menentukan tempat berdasarkan jenis makanan dan waktu berkunjung.
Tidak semua tempat cocok untuk semua kebutuhan.
Ada lokasi yang ideal untuk makan cepat, ada yang lebih cocok untuk keluarga, sementara sebagian lainnya pas untuk menghabiskan malam sambil menikmati suasana kota.
1. Pallubasa Serigala untuk Makan Berat
Pallubasa Serigala menjadi salah satu pilihan menarik bagi pencinta hidangan berkuah khas Makassar. Lokasinya berada di Jalan Serigala No. 56, Mamajang Dalam.
Data operasional terbaru yang tersedia menunjukkan tempat ini buka setiap hari sekitar pukul 08.00–23.30, sehingga cukup masuk akal dimasukkan dalam agenda makan malam.
Pallubasa memiliki karakter berbeda dari coto meskipun sama-sama menggunakan daging dan jeroan sapi. Kuahnya pekat, gurih, dan sarat rempah. Bagi yang menyukai makanan dengan rasa kuat, hidangan ini layak ditempatkan di urutan awal.
Cocok untuk:
- Makan malam berat.
- Pencinta jeroan dan daging.
- Wisata kuliner khas Makassar.
- Makan sebelum melanjutkan perjalanan malam.
Kisaran harga yang tercatat saat ini berada di sekitar Rp25.000–Rp50.000.
2. Pallubasa Onta untuk Pilihan hingga Dini Hari
Pallubasa Onta mempunyai daya tarik berbeda karena jam operasionalnya sangat panjang. Data bisnis terkini mencatat operasional sekitar pukul 08.00 hingga 05.00 keesokan hari.
Lokasinya berada di Jalan Onta Lama No. 103, kawasan Mandala, Mamajang.
Pilihan ini menarik untuk perjalanan yang tidak mengikuti jam makan malam konvensional. Ketika sebagian restoran mulai tutup, hidangan berkuah panas justru masih bisa menjadi pilihan.
Waktu yang menarik untuk datang:
- Sekitar pukul 19.00 untuk makan malam.
- Sekitar pukul 22.00 ketika suasana mulai lebih tenang.
- Setelah tengah malam bagi pencari makanan larut malam.
Kisaran harga yang tersedia berada di sekitar Rp25.000–Rp50.000.
3. Sop Saudara Irian untuk Pencinta Kuliner Larut Malam
Sop Saudara Irian menjadi salah satu pilihan yang paling menarik bagi pemburu makanan setelah tengah malam karena data operasional terbaru menunjukkan tempat ini buka 24 jam.
Lokasinya berada di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 40, Pattunuang, Wajo.
Sop Saudara merupakan bagian dari tradisi kuliner Sulawesi Selatan. Hidangan ini biasanya menghadirkan kuah berbumbu dengan daging dan pelengkap yang membuatnya cukup mengenyangkan.
Keunggulan utama tempat seperti ini bukan hanya makanan, tetapi fleksibilitas waktunya. Perjalanan malam, pekerja dengan jam pulang tidak tetap, atau wisatawan yang baru kembali dari kegiatan dapat tetap mencari makanan hangat.
Kawasan Losari: Pilihan Tepat untuk Makan Sambil Jalan
Pantai Losari bukan hanya tempat menikmati matahari terbenam. Setelah sore berganti malam, kawasan ini tetap menarik untuk mencari jajanan dan makanan.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan menyebut Pantai Losari sebagai atraksi wisata ikonik Makassar yang dapat dikunjungi 24 jam tanpa biaya masuk. Pisang epe dan mie titi termasuk makanan yang dapat ditemukan di kawasan tersebut. (Sulawesi Selatan Culture & Tourism)
Portal Indonesia Travel juga menjelaskan bahwa pisang epe merupakan kudapan khas Sulawesi Selatan, terutama Makassar, yang dibuat dari pisang kepok yang dibakar lalu dipipihkan dan disiram saus gula aren. Kudapan tersebut memang identik dengan suasana malam di sekitar Losari. (Visit Indonesia)
4. Pisang Epe untuk Penutup Malam
Pisang epe mungkin terlihat sederhana, tetapi proses pembuatannya membuat makanan ini memiliki karakter tersendiri.
Pisang kepok dibakar, dipipihkan, kemudian diberi saus gula merah. Beberapa penjual menawarkan tambahan keju, cokelat, atau durian. Indonesia Travel mencatat kisaran harga sekitar Rp10.000–Rp25.000 per porsi, bergantung topping. (Visit Indonesia)
Ada alasan kuat untuk menyantapnya setelah makan berat. Teksturnya kenyal, aroma pisangnya keluar dari proses pembakaran, sementara saus gula memberikan rasa manis dan karamel.
Strategi menikmati pisang epe:
- Datang setelah matahari terbenam.
- Pilih pisang yang baru dibakar.
- Coba versi gula merah terlebih dahulu.
- Setelah itu baru mencoba topping modern.
- Santap selagi hangat.
Indonesia Travel mencantumkan sejumlah titik pisang epe di sekitar Losari, termasuk area Jalan Ali Malaka dan Jalan Lamadukelleng, dengan jam operasi yang dapat berlangsung hingga tengah malam. (Visit Indonesia)
Seafood Malam untuk Porsi Bersama
Makassar merupakan kota pesisir dengan tradisi makanan laut yang kuat.
Portal wisata kuliner Makassar menyebut ikan baronang, kakap, kerapu, cumi, udang, kepiting, serta berbagai olahan seafood sebagai pilihan kuliner kota. Ikan bakar dengan sambal atau bumbu rica-rica juga menjadi salah satu pilihan yang menonjol. (Wisata Makassar)
5. Ratu Gurih Seafood Market & Resto
Ratu Gurih Seafood Market & Resto berada di Jalan Lamaddukelleng No. 9, kawasan Losari.
Data terbaru menunjukkan operasional sekitar pukul 11.00–22.00 setiap hari dengan kisaran harga Rp50.000–Rp175.000.
Tempat seperti ini lebih tepat untuk makan bersama daripada sekadar mencari makanan cepat. Pilihan seafood dapat dipesan untuk dibagi, sehingga lebih efisien jika datang dalam kelompok.
Menu yang layak dipertimbangkan:
- Ikan bakar.
- Cumi bakar.
- Udang.
- Kepiting.
- Kerang.
- Nasi dan sambal sebagai pendamping.
6. Mas Daeng untuk Ikan Bakar
Mas Daeng berada di Jalan Arief Rate No. 27 dan dikenal sebagai restoran ikan bakar.
Data operasional terbaru menunjukkan jam buka sekitar 08.00–23.30, dengan kisaran harga Rp25.000–Rp50.000.
Bagi pencinta ikan bakar, karakter makanan seperti ini sangat cocok untuk makan malam karena aroma asap dan bumbu terasa lebih menggugah selera setelah aktivitas seharian.
Coto Makassar untuk Makan Malam yang Lebih Tradisional
Coto merupakan salah satu hidangan yang paling erat dengan identitas kuliner Makassar.
Portal resmi pariwisata Makassar menggambarkan coto sebagai bagian dari kekayaan kuliner kota bersama konro dan pallubasa.
Kuliner Sulawesi Selatan secara umum dikenal memiliki cita rasa kuat dan banyak menggunakan rempah.
7. Coto Daeng Sirua
Coto Daeng Sirua berada di Jalan Abdullah Daeng Sirua No. 10, Panakkukang.
Data terkini mencatat tempat ini buka sekitar pukul 07.30–23.00 dengan kisaran harga Rp25.000–Rp50.000.
Coto biasanya disantap bersama ketupat atau buras. Perpaduan kuah rempah, daging, dan pelengkap tersebut membuat satu mangkuk terasa cukup mengenyangkan.
Tips memilih coto:
- Pesan daging jika tidak menyukai jeroan.
- Tambahkan ketupat atau buras sesuai selera.
- Minta sambal secara terpisah jika belum terbiasa dengan tingkat kepedasannya.
- Santap segera setelah disajikan.
Konro untuk Penggemar Daging dan Iga
Konro merupakan pilihan yang lebih menonjolkan iga sapi.
Versi kuah mempunyai rasa rempah dan warna gelap yang khas, sedangkan konro bakar mengedepankan aroma panggangan dan tekstur daging. Keduanya dapat menjadi pilihan makan malam yang lebih berat.
8. Konro Karebosi
Konro Karebosi berada di Jalan Gunung Lompobattang No. 41–43.
Data terbaru mencatat jam operasi sekitar pukul 10.30–22.30 setiap hari dengan kisaran harga Rp75.000–Rp100.000.
Karena tutup sekitar pukul 22.30, tempat ini lebih tepat dikunjungi untuk makan malam awal daripada dijadikan tujuan setelah tengah malam.
Waktu ideal:
- 18.00–19.00 untuk makan malam.
- 19.00–20.30 untuk suasana lebih santai.
- Hindari datang terlalu dekat jam tutup.
Kuliner Malam Berdasarkan Anggaran
Harga makanan di Makassar sangat beragam. Tidak perlu selalu memilih restoran dengan harga tinggi untuk mendapatkan pengalaman khas.
Anggaran sekitar Rp25.000–Rp50.000
Pilihan dapat diarahkan pada:
- Coto.
- Pallubasa.
- Sop Saudara.
- Ikan bakar di kedai tertentu.
- Pisang epe.
Anggaran Rp50.000–Rp100.000
Pilihan mulai lebih luas:
- Seafood.
- Konro.
- Restoran keluarga.
- Paket makan dan minum.
Anggaran di atas Rp100.000
Pilihan dapat bergeser ke:
- Seafood premium.
- Restoran dengan suasana khusus.
- Dining dengan pemandangan.
- Tempat makan yang menawarkan pengalaman, bukan sekadar menu.
Rute Kuliner Malam yang Efisien
Daripada berpindah secara acak, perjalanan kuliner dapat dibuat berdasarkan kawasan.
Salah satu pola yang praktis adalah memulai dari kawasan pusat kota kemudian berakhir di Losari.
Contoh rute malam
17.30–18.30: makan utama berupa coto, konro, atau pallubasa.
19.00–20.00: berjalan santai menuju kawasan Losari.
20.00–21.00: menikmati pisang epe dan suasana pantai.
21.00–22.00: mencari kopi atau makanan ringan.
Setelah 22.00: jika masih lapar, pilih tempat yang memiliki jam operasional lebih panjang.
Pola seperti ini membuat wisata kuliner tidak berubah menjadi perjalanan berpindah tempat tanpa arah.
Cara Memilih Tempat Makan Malam
Kualitas pengalaman tidak hanya ditentukan oleh rasa makanan.
Perhatikan lima hal berikut
- Jam buka: informasi operasional dapat berubah.
- Jarak: pilih lokasi yang tidak membuat waktu habis di perjalanan.
- Menu utama: pastikan hidangan yang dicari memang tersedia.
- Anggaran: harga seafood bisa berubah berdasarkan jenis dan berat.
- Kondisi tempat: pilih ruang makan sesuai kebutuhan, apakah untuk makan cepat, keluarga, atau bersantai.
Jam operasional pada data bisnis dapat berubah karena hari libur, acara khusus, atau kebijakan pemilik. Pengecekan pada hari kunjungan tetap disarankan.
Etika Menikmati Kuliner Tradisional
Kuliner khas bukan hanya soal mengambil foto lalu pergi.
Ada proses panjang di balik seporsi coto, pallubasa, konro, atau pisang epe. Banyak resep berkembang dari tradisi keluarga dan kebiasaan masyarakat setempat.
Hal sederhana yang dapat dilakukan
- Menghargai antrean.
- Tidak mengambil foto orang lain tanpa izin.
- Menjaga kebersihan meja.
- Tidak membuang makanan berlebihan.
- Mengikuti aturan tempat makan.
- Menghargai pedagang kaki lima sebagaimana restoran besar.
Pengalaman kuliner akan terasa lebih hidup ketika makanan dipahami sebagai bagian dari budaya, bukan sekadar objek konten.
FAQ
Apa makanan malam yang wajib dicoba?
Coto Makassar, pallubasa, konro, ikan bakar, dan pisang epe termasuk pilihan yang paling relevan untuk mengenal karakter kuliner Makassar.
Portal pariwisata resmi juga menempatkan coto, konro, pallubasa, dan pisang ijo sebagai kuliner unggulan.
Di mana mencari pisang epe?
Kawasan Pantai Losari merupakan salah satu lokasi paling identik dengan pisang epe. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan secara khusus menyebut pisang epe sebagai salah satu makanan yang dapat dinikmati di kawasan tersebut.
Apakah ada makanan yang buka sampai dini hari?
Ada. Data operasional terbaru mencatat Pallubasa Onta beroperasi hingga sekitar pukul 05.00 dan Sop Saudara Irian buka 24 jam.
Apakah kuliner malam selalu mahal?
Tidak. Banyak makanan khas seperti coto, pallubasa, dan sop berada pada kisaran harga yang relatif terjangkau. Harga seafood dan restoran premium tentu dapat lebih tinggi.
Kapan waktu terbaik berburu makanan malam?
Sekitar pukul 18.00–21.00 merupakan waktu yang fleksibel untuk makan malam, berjalan-jalan, dan menikmati jajanan. Untuk makanan larut malam, pilih tempat yang memang memiliki jam operasional hingga tengah malam atau dini hari.
Penutup
Makassar punya cara sendiri untuk membuat malam terasa panjang: semangkuk kuah rempah, ikan yang baru turun dari bara, lalu pisang epe hangat sebagai penutup sambil menikmati angin Losari.
Tidak perlu mengejar terlalu banyak tempat dalam satu malam. Satu hidangan yang benar-benar dinikmati sering kali meninggalkan cerita lebih kuat daripada daftar panjang tempat makan.
Itulah ruh kuliner malam di Makassar—hangat, berani rasa, dan selalu punya alasan untuk kembali.