Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi meminta pendampingan usaha bagi kelompok perempuan di Jeneponto dan Takalar tidak berhenti pada pelatihan, melainkan berlanjut hingga produk seperti nugget ikan mampu menembus pasar yang lebih luas. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Keterampilan bagi Perempuan di Aula Rumah Jabatan Bupati Jeneponto, Kamis (20/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan dukungan usaha berupa fasilitasi pembuatan nugget ikan serta ikan asap kemasan kepada kelompok UPPKA dari dua kabupaten tersebut.
JENEPONTO — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menegaskan bahwa penguatan kelompok perempuan tidak cukup hanya dengan menggelar pelatihan keterampilan. Ia mendorong adanya pendampingan berkelanjutan agar produk olahan seperti nugget ikan dan ikan asap kemasan yang dihasilkan kelompok UPPKA memiliki kualitas dan daya saing di pasar.
“Bukan cuma keterampilannya saja yang bertambah, tapi kita lihat dulu potensinya, lalu kita kasih pendampingan. Setelah dikasih pendampingan, bagaimana memastikan kelompok-kelompok yang sudah mendapatkan bantuan dan peningkatan kapasitas tersebut bisa mandiri,” kata Fatmawati di sela kegiatan di Aula Rumah Jabatan Bupati Jeneponto, Kamis (20/8/2026).
Pendampingan hingga Legalitas Usaha
Fatmawati menyebut, potensi usaha yang besar harus diikuti dengan pemenuhan persyaratan legalitas. Ia meminta perangkat daerah terkait di Kabupaten Jeneponto aktif mendampingi pelaku usaha dalam mengurus perizinan, SPP-IRT, hingga sertifikasi halal.
“Jadi bukan hanya pelatihannya, tetapi bagaimana kemudian produk ini bisa masuk pasar dan memiliki legalitas,” ujarnya. Menurutnya, legalitas menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing produk UMKM lokal.
Garam Jeneponto Berpotensi Dikembangkan dengan Teknologi
Dalam kunjungan kerjanya, Fatmawati juga meninjau rumah industri Pelita Garam (UD Kugar Jujur Utama) serta program elektrifikasi bagi petani garam di Kelurahan Pallengu, Kecamatan Bangkala. Ia menilai komoditas garam memiliki prospek cerah jika didukung teknologi dan keterhubungan dengan sektor industri.
“Kalau sudah tersentuh dengan kita kasih membran, geomembran, pendampingan, apalagi kalau sudah dikawal ada industrinya, saya yakin dan percaya bahwa itu bisa bernilai lebih lagi untuk peningkatan ekonomi,” jelas Fatmawati.
Kekeringan dan Usulan Pompa untuk Petani
Kondisi kekeringan yang melanda lahan pertanian dan perkebunan di Jeneponto turut menjadi perhatian wagub. Ia meminta pemerintah kabupaten memperkuat koordinasi dengan provinsi dan pusat untuk mengidentifikasi kebutuhan petani, termasuk mengusulkan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) penerima bantuan pompa.
“Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, Pak Sekda, jajaran OPD, rajin-rajin komunikasi dengan provinsi, rajin-rajin koordinasi dengan kementerian. Pemerintah provinsi akan bantu kawal,” katanya. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas pemerintahan agar program yang tersedia tepat sasaran.
Sementara itu, Bupati Jeneponto Paris Yasir mengapresiasi perhatian Pemprov Sulsel terhadap pemberdayaan masyarakat. Ia berharap pelatihan dan dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan kelompok UPPKA untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Kegiatan ini diikuti kelompok UPPKA dari Kabupaten Jeneponto dan Takalar.