MAKASSAR — Dua inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dari Politeknik ATI Makassar berhasil menembus penilaian juri internasional di ajang iCompEx 2026. Kedua tim bersaing dalam kategori Machines, Equipment & Manufacturing Processes, menampilkan solusi teknologi untuk menjawab tantangan nyata di bidang keselamatan gedung dan perawatan industri.
Medali emas dipersembahkan oleh tim yang diketuai Hamdan Gani lewat inovasi "RESCUE-SYNC AI: Next-Gen Autonomous Building Emergency Ecosystem". Sementara itu, medali perak diraih tim pimpinan Muhammad Fadli Azis dengan karya "UNIT SENSE AI: Smart AI Solution for Predictive Pump Maintenance & Utility Infrastructure".
Pesona Inovasi yang Mengantarkan ke Podium Juara
RESCUE-SYNC AI dirancang sebagai ekosistem tanggap darurat gedung yang otonom. Teknologi ini memanfaatkan AI untuk mengoordinasikan sistem evakuasi dan keselamatan secara otomatis, sebuah kebutuhan krusial di tengah maraknya pembangunan gedung bertingkat di Indonesia.
Sedangkan UNIT SENSE AI menawarkan solusi cerdas untuk perawatan prediktif pompa dan infrastruktur utilitas. Inovasi ini memungkinkan industri mendeteksi potensi kerusakan mesin lebih dini, sehingga dapat memangkas biaya operasional dan mencegah downtime yang merugikan.
Apresiasi Direktur: Bukti Daya Saing Vokasi Indonesia
Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri, menyampaikan rasa bangganya atas capaian ini. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan bukti nyata bahwa semangat inovasi dan kolaborasi yang ditanamkan di kampusnya mampu bersaing di level global.
"Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Otomasi Sistem Permesinan. Raihan Medali Emas dan Medali Perak ini menunjukkan bahwa semangat inovasi, kolaborasi, dan kompetensi yang dikembangkan di Politeknik ATI Makassar mampu menghasilkan karya yang mendapat pengakuan di tingkat internasional," ujarnya dalam pernyataan resmi, Rabu.
Basri menambahkan bahwa keberhasilan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi sivitas akademika lainnya untuk terus berkarya. Ia menegaskan bahwa pendidikan vokasi Indonesia mampu berkompetisi dan menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
"Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi bagi mahasiswa dan dosen lainnya untuk terus berinovasi dan menunjukkan bahwa pendidikan vokasi Indonesia mampu bersaing di kancah internasional," tambahnya.
Meneguhkan Komitmen Kampus Vokasi Berdaya Saing Global
Keberhasilan di Malaysia ini menambah deretan panjang prestasi Politeknik ATI Makassar di tingkat nasional maupun internasional. Sebelumnya, kampus ini juga sukses mencetak juara pada Welding Competition 2026 di Morowali dan meraih Bronze Medal pada ajang IDF 5.
Capaian ini sekaligus memperkuat posisi Politeknik ATI Makassar sebagai salah satu institusi pendidikan vokasi unggulan di Indonesia Timur, yang konsisten mendorong lahirnya talenta-talenta kompeten dan inovatif untuk industri manufaktur nasional.