TAKALAR — Peresmian SPPG di Takalar menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi. Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegaskan pentingnya kehadiran dapur layanan gizi di wilayah dengan keterbatasan akses pangan bergizi.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Kepala BGN karena memilih Sulsel untuk peresmian SPPG wilayah 3T. Kami tentu mengapresiasi Bapak Kepala BGN membuka atau mengaktivasi SPPG terutama di daerah 3T dan memiliki prevalensi stunting yang tinggi,” kata Andi Sudirman.
Anak-anak di Wilayah 3T Berharap Makan Bergizi Setiap Hari
Andi Sudirman menyoroti kebutuhan mendesak anak-anak di kawasan 3T yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap makanan bergizi. Menurutnya, keberadaan SPPG menjawab harapan warga di wilayah tersebut.
“Karena masyarakat di 3T, anak-anaknya tentu berharap ingin diberi makan setiap hari dengan makanan yang bergizi,” ujarnya.
Pemprov Sulsel menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi secara masif. Namun, Andi Sudirman mengingatkan bahwa cakupan program yang besar memerlukan kerja keras dan pembenahan bertahap.
“Kita berharap banyak dilakukan pembenahan. Semua kegiatan-kegiatan kita ketika banyak program dan sifatnya masif tentu harus ada kerja keras di belakang semua itu untuk dilakukan perlahan dan bertahap untuk melakukan pembenahan,” tuturnya.
Perluasan Dapur SPPG Diminta Menjangkau Wilayah Kepulauan
Pemprov Sulsel mendorong perluasan layanan SPPG ke wilayah yang menghadapi tantangan geografis, termasuk kawasan kepulauan dan daerah terpencil. Andi Sudirman berharap BGN memperluas jangkauan dapur layanan gizi ke wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi di Sulsel.
“Kita tentu sangat mendukung, mensupport terus Bapak Kepala BGN dan berharap tentu dilakukan perluasan dapur SPPG terutama di wilayah pulau-pulau, daerah terpencil dan wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi di Sulsel,” pungkasnya.
Peresmian di Takalar dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, dan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye. Sulawesi Selatan menjadi lokasi utama aktivasi SPPG dari total 480 dapur yang diaktifkan di 16 provinsi dan 116 kabupaten/kota wilayah Timur Indonesia.