Pencarian

Asus ROG Harpe II Extreme Edition 20 Hadir di Indonesia dengan Lapisan Emas 24K dan Sensor 65.000 DPI

Jumat, 14 Agustus 2026 • 20:22:01 WIB
Asus ROG Harpe II Extreme Edition 20 Hadir di Indonesia dengan Lapisan Emas 24K dan Sensor 65.000 DPI
Asus ROG Harpe II Extreme Edition 20 resmi hadir di Indonesia dengan lapisan emas 24K dan sensor beresolusi 65.000 DPI.

SULAWESI SELATANROG Harpe II Extreme Edition 20 bukan sekadar mouse gaming biasa. Perangkat ini adalah perayaan ulang tahun ke-20 Republic of Gamers yang dikemas dengan material premium, termasuk lapisan emas 24K di bagian internal yang terlihat jelas melalui shell transparannya. Asus juga menyertakan kotak pajang transparan, sehingga mouse ini bisa dipamerkan di atas meja saat tidak digunakan.

Spesifikasi Gahar untuk Kolektor, Bukan untuk Turnamen

Di atas kertas, spesifikasinya terdengar menggiurkan. Sensor ROG AimPoint Pro 65K mampu melacak gerakan hingga 65.000 DPI dengan kecepatan 800 IPS dan akselerasi 70G. Polling rate-nya juga mencapai 8.000 Hz, angka yang jauh di atas standar mouse gaming kebanyakan yang hanya 1.000 Hz.

Namun, perlu dicatat bahwa bobotnya mencapai 82 gram. Angka ini hampir dua kali lipat dari ROG Harpe II Ace standar yang hanya 48 gram, dan jauh lebih berat dari Razer Viper V4 Pro yang menjadi pilihan utama banyak pro player dengan bobot 49 gram. Untuk game kompetitif seperti Valorant atau Counter-Strike 2, bobot ini cukup terasa.

Kualitas Material dan Kenyamanan Penggunaan

Meski berat, kualitas build-nya tidak bisa diremehkan. Side buttons dan scroll wheel yang terbuat dari logam memberikan sensasi klik yang memuaskan, bahkan disebut sebagai salah satu yang terbaik yang pernah diuji. Glass skates di bagian bawah membuat mouse meluncur sangat mulus di atas mousepad.

Sayangnya, permukaan shell yang mulus ini rawan meninggalkan sidik jari. Untuk mouse seharga jutaan rupiah, membersihkannya secara rutin setiap beberapa hari mungkin perlu dilakukan agar tetap terlihat kinclong. Namun, materialnya terasa kokoh dan tidak akan penyok jika dimasukkan ke dalam tas.

Performa In-Game dan Daya Tahan Baterai

Dalam pengujian di Counter-Strike 2, mouse ini bekerja dengan sangat baik. Klik-nya responsif dan presisi untuk membidik kepala lawan. Sensor AimPoint Pro terbukti konsisten dalam uji coba, tanpa ada tanda-tanda sensor meloncat atau tidak stabil. Untuk game santai seperti Slay the Spire 2, performanya jelas lebih dari sekadar cukup.

Untuk urusan baterai, Asus mengklaim daya tahan hingga 98,5 jam dalam mode Bluetooth tanpa lampu RGB, atau sekitar 70 jam dalam mode 2.4 GHz dengan lampu menyala. Angka ini tergolong standar, tapi perlu diingat bahwa polling rate 8.000 Hz akan menguras baterai lebih cepat. Sebaiknya turunkan ke 1.000 Hz untuk penggunaan harian.

Harga dan Posisi di Pasar: Barang Pamer, Bukan Alat Kerja

Dengan harga USD 260 (sekitar Rp 4,2 juta), Harpe II Extreme Edition 20 jelas bukan untuk semua orang. Dengan uang sebanyak itu, gamer bisa membeli satu setengah unit Razer Viper V4 Pro atau bahkan satu set meja gaming lengkap. Ini adalah mouse untuk kolektor yang menginginkan barang langka dengan nilai estetika tinggi, bukan untuk pemain yang mencari keunggulan kompetitif murni.

Asus jelas tahu target pasarnya. Seperti halnya keyboard Azoth Extreme Edition 20 atau motherboard Godlike X, produk edisi ulang tahun ini memang dirancang untuk menjadi pusat perhatian di atas meja. Selama pengujian, kesan mewahnya terasa kuat, dan untuk mereka yang mampu membelinya, mouse ini tidak akan mengecewakan.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pcgamer.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks