MAKASSAR — Astra Motor (Asmo) Sulsel menggelar sesi edukasi keselamatan berkendara khusus bagi pengguna dan calon pemilik motor listrik Honda. Kegiatan ini menyasar masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang semakin banyak beralih ke sepeda motor listrik sebagai moda transportasi harian.
Perpindahan dari motor bermesin pembakaran ke kendaraan listrik membawa perubahan signifikan pada karakter dan sensasi berkendara. Dua hal yang paling mencolok adalah tidak adanya suara mesin serta penyaluran torsi yang terjadi instan sejak putaran gas pertama.
Mengapa Motor Listrik Butuh Gaya Berkendara Berbeda
Wanny Dewa menegaskan bahwa setiap pengendara wajib melakukan penyesuaian gaya berkendara dan meningkatkan kewaspadaan ekstra saat mengendarai EV di jalan raya.
"Motor listrik itu sangat senyap dan tidak menghasilkan getaran atau suara mesin seperti motor konvensional. Kondisi ini membuat pejalan kaki, pesepeda, atau pengendara lain di sekitar kita sering kali tidak menyadari keberadaan kendaraan kita. Oleh karena itu, pengendara EV harus extra antisipatif, sering mengecek spion, serta tidak ragu membunyikan klakson secara terukur saat hendak mendahului atau berada di titik buta (blind spot) kendaraan lain," imbau Wanny Dewa.
1. Biasakan Putar Gas Secara Halus
Motor listrik tidak membutuhkan waktu untuk membangun putaran mesin. Begitu tuas gas diputar, torsi puncak langsung disalurkan ke roda belakang, seperti 85 Nm pada Honda ICON e: atau 22 Nm pada Honda CUV e:.
Pengendara diimbau membiasakan diri memutar tuas gas secara halus agar kendaraan tidak melompat tiba-tiba. Risiko ini paling terasa saat mulai berjalan dari posisi berhenti di lampu merah atau persimpangan.
2. Perhatikan Indikator "Ready" di Panel Meter
Berbeda dengan motor biasa yang suaranya terdengar saat mesin menyala, motor listrik yang sudah menyala tidak mengeluarkan suara sama sekali. Wanny meminta pengendara selalu memperhatikan indikator "Ready" di panel meter sebelum memutar tuas gas.
Saat berhenti sejenak atau memarkir kendaraan, pastikan tombol Power/Ready atau kunci kontak segera dimatikan. Langkah ini mencegah risiko gas terputar tidak sengaja oleh pengendara atau anak-anak.
3. Kuasai Kombinasi Rem Depan dan Belakang
Bobot baterai yang terdistribusi di bagian bawah sasis membuat kestabilan motor listrik Honda tergolong baik. Meski begitu, pengendara tetap diminta menguasai kombinasi pengereman rem depan dan belakang secara seimbang.
Tujuannya mengimbangi inersia kendaraan saat melakukan pengereman mendadak. Tanpa teknik yang benar, bobot kendaraan bisa membuat motor sulit dikendalikan di kecepatan tinggi.
4. Standar Keselamatan Tidak Boleh Diturunkan
Senyapnya motor listrik bukan alasan untuk menurunkan standar keselamatan. Pengendara tetap diwajibkan menggunakan helm berstandar SNI, jaket pelindung, celana panjang, sarung tangan, dan sepatu tertutup.
Wanny Dewa menambahkan bahwa Asmo Sulsel berkomitmen terus menyebarkan budaya #Cari_Aman ke seluruh lapisan masyarakat. Dengan memahami karakteristik kendaraan listrik serta menerapkan teknik berkendara yang benar, transisi menuju mobilitas ramah lingkungan di Makassar dapat berjalan selaras dengan upaya pencapaian zero accident di jalan raya.