Pencarian

IHSG Rawan Koreksi ke 6.050-6.100, Analis Sarankan Buy on Weakness ADMR dan TPIA

Rabu, 29 Juli 2026 • 07:46:01 WIB
IHSG Rawan Koreksi ke 6.050-6.100, Analis Sarankan Buy on Weakness ADMR dan TPIA
IHSG berpotensi mengalami koreksi ke rentang 6.074–6.107, dipengaruhi pelemahan rupiah dan sentimen eksternal.

SULAWESI SELATAN — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi tekanan jual yang masih dominan. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai secara teknikal indeks saat ini berada pada fase wave iv dari wave (c) dan rawan terkoreksi ke rentang 6.074–6.107. Level support IHSG diperkirakan berada di 6.111–6.007, sementara resistance terdekat ada di 6.262–6.299.

“Dalam jangka pendek, pergerakan IHSG cenderung sideways di kisaran MA20 dan MA60. Investor perlu mencermati area 6.074–6.107 sebagai area koreksi,” tulis Herditya dalam risetnya.

Tekanan Rupiah dan Sentimen Domestik-Eksternal

Phintraco Sekuritas menambahkan, secara teknikal histogram MACD yang terus menyempit dan Stochastic RSI yang melemah memperkuat potensi koreksi IHSG. Selain itu, nilai tukar rupiah yang ditutup melemah 0,41% ke Rp18.083 per dolar AS menjadi sentimen negatif tambahan. Mata uang Garuda kini mendekati level terendah sepanjang masa di Rp18.190.

“Tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi sentimen eksternal dan domestik. Dari domestik, investor bersikap wait and see di tengah ketidakpastian penunjukan Gubernur Bank Indonesia definitif,” tulis Phintraco dalam analisisnya.

Dari eksternal, penguatan indeks dolar AS menjelang hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve turut membebani. Phintraco juga menyoroti isyarat dari Perwakilan Dagang AS (USTR) soal kemungkinan pengenaan tarif impor tambahan terhadap sejumlah negara Asia, termasuk Tiongkok, Vietnam, dan Korea Selatan. Langkah ini perlu diwaspadai setelah AS pekan lalu mengenakan tarif tambahan 10% terhadap produk Indonesia.

Saham Rekomendasi: ADMR, TPIA, UNVR, dan ELSA

MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Saham ini bisa diakumulasi di rentang Rp1.435–Rp1.470 dengan target harga Rp1.550–Rp1.615 dan stop loss di bawah Rp1.385. Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) direkomendasikan trading buy di area Rp2.050–Rp2.090, target harga Rp2.390–Rp2.600, dengan stop loss di bawah Rp2.000.

Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi berbeda, menyasar saham konsumer dan energi. Saham yang direkomendasikan meliputi PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).

Investasi mengandung risiko. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor. Artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks