Pencarian

ICMI Sulsel Bentuk Majelis Kajian Pembangunan Daerah, Diisi Puluhan Profesor dan Pakar dari Berbagai Bidang

Senin, 08 Juni 2026 • 12:05:01 WIB
ICMI Sulsel Bentuk Majelis Kajian Pembangunan Daerah, Diisi Puluhan Profesor dan Pakar dari Berbagai Bidang
Pengukuhan MKPD CIDES ICMI Sulsel dilakukan di Rumah Jabatan Rektor UNM Makassar, Minggu (7/6/2026).

MAKASSAR — Sulawesi Selatan memiliki pusat kajian pembangunan baru yang digawangi oleh kalangan intelektual. MKPD CIDES ICMI Sulsel resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi di Rumah Jabatan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan Andi Jemma, pada Minggu (7/6/2026). Pengukuhan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Umum ICMI, Prof. Dr. Ir. Mohammad Jafar Hafsah.

Dipimpin Akademisi Senior, Diisi Pakar Lintas Bidang

Dr. H. Adi Suryadi Culla, M.A. resmi dilantik sebagai Ketua MKPD CIDES ICMI Sulsel untuk periode 2026–2031. Ia didampingi jajaran pengurus yang berasal dari kalangan profesor, doktor, akademisi, profesional, birokrat, dan tokoh masyarakat. Dewan Pakar organisasi ini dipimpin oleh Prof. Dr. H. Abd. Hamid Paddu, M.A., dengan dukungan puluhan pakar dari bidang pendidikan, penelitian, ekonomi, hukum, sosial, dan kebijakan publik.

Selain itu, organisasi ini membentuk sejumlah divisi strategis yang mencakup riset dan pengembangan, media dan publikasi, penguatan jejaring dan kemitraan, pendidikan dan pelatihan, pengembangan wilayah, hingga edukasi dan advokasi. Dengan struktur ini, MKPD CIDES tidak hanya menjadi forum diskusi akademik, tetapi juga diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif bagi pemerintah daerah.

Ketua Umum ICMI: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

Dalam arahannya, Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat (MPP) ICMI yang juga Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arief Satria, menekankan pentingnya kontribusi nyata dari organisasi ini. “Bagaimana kita bisa lebih bermanfaat. Harus banyak memberikan sumbangsih pemikiran melalui kajian dan inovasi untuk daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota,” ujarnya.

Menurut Arief, perkembangan teknologi yang pesat harus menjadi peluang bagi kalangan intelektual untuk mengambil peran lebih besar. “Dengan kemajuan teknologi saat ini, kita tidak boleh diam, tetapi harus menjadi bagian dari kemajuan tersebut,” katanya.

Fokus pada Ekonomi Daerah hingga Transformasi Digital

Kehadiran lembaga ini menjadi sinyal bahwa kalangan cendekiawan Sulawesi Selatan ingin mengambil peran lebih aktif dalam menjawab tantangan pembangunan. Beberapa isu yang menjadi perhatian utama meliputi penguatan ekonomi daerah, transformasi digital, pendidikan, ketahanan pangan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui kolaborasi para akademisi, peneliti, dan profesional, MKPD CIDES ICMI Sulsel diharapkan menjadi "dapur pemikiran" yang mampu menghadirkan solusi, inovasi, dan terobosan kebijakan bagi kemajuan Sulawesi Selatan. Pelantikan ini juga dirangkaikan dengan silaturahmi dan diskusi kebangsaan yang dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Ketua Organisasi Wilayah ICMI Sulsel Prof. Dr. Arismunandar, Pelaksana Tugas Rektor UNM Prof. Dr. Farida Patittingi, mantan Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, serta mantan Rektor Universitas Muslim Indonesia Prof. Dr. Masrurah Mokhtar.

Bagikan
Sumber: bukamatanews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks