SULAWESI SELATAN — BYD resmi mengumumkan peluncuran Dolphin G di Inggris pada musim gugur tahun ini, menandai langkah strategis pabrikan asal China tersebut untuk merambah segmen B-Eropa. Model ini disebut sebagai supermini pertama yang dikembangkan BYD secara spesifik untuk konsumen Eropa, bukan sekadar adaptasi dari model global. Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, menyebut segmen B Eropa “as one of the most important parts of the market” dalam pernyataan resmi perusahaan.
Supermini PHEV dengan Sistem Hybrid yang Unik
Berbeda dari kebanyakan kompetitor di kelasnya yang menggunakan mild-hybrid atau full-hybrid, Dolphin G mengandalkan sistem Super Hybrid DM-i. BYD belum merinci detail konfigurasi penuh, namun sistem ini diperkirakan mirip dengan yang digunakan pada SUV kecil Atto 2 DM-i. Kombinasi mesin bensin 1.5 liter yang berfungsi sebagai generator dan motor listrik penggerak roda depan menjadi andalan powertrain ini.
Dengan panjang bodi 4.160 mm, Dolphin G masuk kategori supermini dan memiliki kekerabatan dekat dengan Dolphin Surf EV. Keunggulan utama model ini adalah jarak tempuh gabungan bensin dan listrik yang diklaim mencapai lebih dari 621 mil. BYD akan mengumumkan spesifikasi lengkap saat peluncuran resmi pada Juni mendatang.
Produksi di Hungaria dan Ambisi Menjadi Merek Eropa
BYD berencana memproduksi Dolphin G di pabrik barunya di Hungaria, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan di kawasan Eropa. Stella Li menambahkan bahwa Dolphin G dirancang “to redefine what customers can expect from a compact car in the electric era.” Model ini menjadi yang pertama dari jajaran kendaraan segmen B dan C yang akan dikembangkan khusus untuk Eropa.
Dalam pernyataan terpisah, Li menyebut target perusahaan adalah agar konsumen Eropa mulai menganggap BYD sebagai merek lokal Eropa. Langkah ini menunjukkan strategi BYD untuk memperkuat posisinya di pasar global dengan pendekatan produksi dan pengembangan yang lebih terintegrasi.
Persaingan di Segmen Supermini yang Makin Ketat
Dengan harga mulai di bawah £20.000, Dolphin G akan bersaing langsung dengan pemain mapan seperti Renault Clio, Volkswagen Polo, dan Toyota Yaris. Kehadiran sistem plug-in hybrid menjadi nilai jual utama, mengingat sebagian besar pesaing hanya menawarkan teknologi hybrid konvensional. BYD berharap pendekatan ini mampu menarik konsumen yang menginginkan efisiensi bahan bakar tanpa khawatir jarak tempuh terbatas seperti mobil listrik murni.
Belum ada informasi mengenai kemungkinan peluncuran Dolphin G di Indonesia. BYD saat ini masih fokus memasarkan model listrik murni seperti Dolphin dan Atto 3 di pasar lokal.