SULAWESI SELATAN — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan transformasi ini menjadi prioritas utama untuk meningkatkan fokus bisnis Telkom Group. "Transformasi ini penting untuk memperkuat fokus bisnis dan memastikan Telkom Group bergerak lebih agile dalam menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional," ujar Dony dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Rencana Restrukturisasi: Merger hingga Pembentukan Holding Baru
Pembahasan percepatan transformasi dilakukan dalam pertemuan antara Dony Oskaria dan Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, di Wisma Danantara, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Telkom memaparkan sejumlah strategi restrukturisasi yang tengah berjalan.
Beberapa langkah yang disiapkan mencakup merger, divestasi, likuidasi, konsolidasi bisnis, hingga pembentukan enterprise holding baru. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat bisnis digital dan infrastruktur telekomunikasi nasional agar lebih efisien dan mampu bersaing di tingkat global.
Program Prioritas: FiberCo, Data Center, dan TowerCo
Selain perampingan jumlah entitas, transformasi Telkom Group juga mencakup percepatan sejumlah program prioritas. Konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan pusat data (data center), TowerCo, InfraCo, serta penataan lisensi usaha di lingkungan Telkom Group menjadi fokus utama.
Dony menegaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi besar BP BUMN dan Danantara dalam memperkuat tata kelola perusahaan, mengoptimalkan aset, serta membangun ekosistem digital nasional yang lebih terintegrasi. Pemerintah berharap BUMN di sektor digital dan telekomunikasi bisa menjadi lebih sehat dan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia ke depan.
Dengan perampingan ini, Telkom Group diharapkan tidak hanya lebih ramping secara struktur, tetapi juga lebih tajam dalam menjalankan perannya sebagai tulang punggung digitalisasi nasional.