Pencarian

Laba Telkomsel Naik 14,7% di Semester II 2025, ARPU Tembus Rp45 Ribu

Rabu, 20 Mei 2026 • 23:51:01 WIB
Laba Telkomsel Naik 14,7% di Semester II 2025, ARPU Tembus Rp45 Ribu
Laba Telkomsel semester II 2025 naik 14,7 persen dengan ARPU mencapai Rp45 ribu per bulan.

SULAWESI SELATAN — Perusahaan telekomunikasi pelat merah itu membukukan pendapatan Rp109,3 triliun sepanjang 2025. Angka ini ditopang oleh kontribusi layanan digital yang kini mencapai 95 persen dari total pendapatan mobile. Traffic data juga tumbuh 15 persen secara tahunan, menandakan pergeseran kebiasaan masyarakat yang makin bergantung pada koneksi internet.

ARPU Naik, Pelanggan Terkonsolidasi

Meski basis pelanggan terkonsolidasi menjadi 156,1 juta, pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) justru meningkat menjadi Rp45 ribu per bulan. Angka ini mencerminkan strategi Telkomsel yang mulai meninggalkan perang harga dan beralih ke kualitas layanan.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan. "Di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan, Telkomsel terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada customer value dan kualitas layanan broadband," ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Bisnis Rumah Tumbuh, Konvergensi Menguat

Divisi fixed broadband mencatatkan pertumbuhan signifikan. Total pelanggan layanan internet rumah Telkomsel kini melampaui 10 juta. Sementara itu, penetrasi layanan konvergensi—yang menggabungkan layanan seluler dan fixed broadband dalam satu paket—telah mencapai 59 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa strategi bundling produk mulai diterima pasar, terutama di segmen rumah tangga yang membutuhkan koneksi stabil untuk kerja dan sekolah daring.

Mengapa Strategi Ini Berbeda dengan Tahun-Tahun Sebelumnya?

Sepanjang 2024 hingga awal 2025, industri telekomunikasi Indonesia menghadapi tekanan dari biaya infrastruktur yang tinggi dan persaingan ketat dari operator diskon. Alih-alih terus mengejar jumlah pelanggan, Telkomsel memilih menyederhanakan portofolio produk dan menyesuaikan harga secara selektif.

Hasilnya mulai terlihat di semester II 2025: EBITDA tumbuh 5,4 persen secara kuartalan, menandakan efisiensi operasional mulai membuahkan hasil. Perusahaan juga mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan jaringan dan pengalaman pelanggan.

Apa Dampaknya bagi Konsumen?

Bagi pengguna individu, perbaikan kualitas broadband berarti kecepatan internet yang lebih konsisten, terutama di jam sibuk. Sementara untuk pelanggan rumah, pilihan paket konvergensi memberikan fleksibilitas pembayaran yang lebih hemat dibandingkan berlangganan dua layanan secara terpisah.

Telkomsel juga menegaskan akan terus memperkuat perannya sebagai digital ecosystem enabler—menyediakan infrastruktur bagi layanan digital lain, dari fintech hingga hiburan streaming.

Dengan momentum pemulihan yang terjaga, Telkomsel memasuki 2026 dengan modal pertumbuhan yang lebih solid. Pertanyaannya, apakah para pesaing akan mengikuti strategi serupa atau justru memilih jalur perang harga yang lebih agresif?

Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks