Pencarian

Harga Emas Antam Anjlok Rp 50.000 Per Gram Sabtu Ini, Buyback Ikut Tertekan

Sabtu, 16 Mei 2026 • 11:19:19 WIB
Harga Emas Antam Anjlok Rp 50.000 Per Gram Sabtu Ini, Buyback Ikut Tertekan
Harga emas batangan Antam turun Rp 50.000 per gram pada Sabtu, 16 Mei 2024.

SULAWESI SELATAN — Berdasarkan pantauan di laman Logam Mulia Antam pukul 09.09 WIB, harga jual emas batangan terpantau turun signifikan. Penurunan Rp 50.000 ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sepekan terakhir. Harga buyback atau harga yang diterima saat menjual kembali emas ke Antam juga ikut merosot.

Daftar Harga Emas Antam Sabtu (16/5)

Untuk pecahan terkecil, emas 0,5 gram dibanderol Rp 1.434.500. Sementara untuk ukuran 1 gram yang menjadi acuan utama, harganya kini Rp 2.769.000. Berikut rincian lengkap harga emas batangan Antam hari ini:

  • 2 gram: Rp 5.478.000
  • 3 gram: Rp 8.192.000
  • 5 gram: Rp 13.620.000
  • 10 gram: Rp 27.850.000
  • 25 gram: Rp 67.837.000
  • 50 gram: Rp 135.595.000
  • 100 gram: Rp 271.112.000
  • 250 gram: Rp 677.515.000
  • 500 gram: Rp 1.354.820.000
  • 1.000 gram: Rp 2.709.600.000

Potongan Pajak yang Perlu Diperhitungkan

Setiap transaksi jual-beli emas Antam tidak lepas dari kewajiban pajak. Untuk pembelian, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemilik NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP. Aturan ini merujuk pada PMK Nomor 34/PMK.10/2017.

Setiap pembelian emas batangan akan disertai bukti potong PPh 22. Sementara itu, saat menjual kembali emas dengan nilai di atas Rp 10 juta, pemilik dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk yang memiliki NPWP dan 3 persen untuk yang tidak memiliki NPWP. Potongan ini langsung diambil dari total nilai buyback.

Harga emas Antam sewaktu-waktu bisa berubah mengikuti pergerakan pasar. Bagi investor, penurunan hari ini bisa menjadi momentum untuk akumulasi beli, namun tetap harus memperhitungkan potongan pajak yang berlaku.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks