MAKASSAR — Rilis BPS Sulsel yang disampaikan pada Senin (2/11/2026) menunjukkan koreksi bulanan itu menyentuh seluruh kategori penerbangan domestik. Penumpang datang turun 8,17 persen, penumpang berangkat turun 7,78 persen, dan penumpang transit terkoreksi 7,99 persen.
Meski begitu, secara kumulatif Januari–September 2026, jumlah penumpang domestik masih tumbuh 0,65 persen dibanding periode sama tahun lalu. Angka itu menandakan koreksi September lebih bersifat bulanan ketimbang pelemahan jangka panjang.
Volume barang angkutan udara domestik pada September 2026 mencapai 11.783,35 ton, turun 7,11 persen secara bulanan. Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar tetap menjadi pusat aktivitas dengan porsi bongkar muat 11.601,85 ton.
Di tengah penurunan umum, sejumlah bandara regional bergerak berlawanan arah. Bandara Andi Jemma dan Bandara Rampi di Luwu Utara masing-masing mencatat kenaikan volume barang di kisaran 4,40 hingga 4,43 persen.
Jalur internasional melalui Bandara Sultan Hasanuddin menunjukkan pemulihan tipis. Total penumpang internasional mencapai 25,38 ribu orang, naik 0,23 persen secara bulanan.
Kenaikan ditopang penumpang berangkat yang meningkat 2,23 persen, walau penumpang datang turun 1,62 persen. Kargo internasional mencatat lonjakan lebih tajam, 10,32 persen menjadi 539,67 ton, didorong barang yang dimuat naik 17,42 persen.
Angkutan laut dalam negeri mencatat 237,81 ribu penumpang pada September 2026, turun tipis 2,12 persen dibanding Agustus. Penurunan dipicu berkurangnya penumpang embarkasi 4,41 persen menjadi 120,27 ribu orang, sedangkan debarkasi naik 0,34 persen menjadi 117,54 ribu orang.
Pelabuhan Makassar masih mencatat penumpang tertinggi, 86,53 ribu orang, meski turun 7,25 persen. Pelabuhan Parepare menyusul dengan 67,70 ribu orang, turun 0,81 persen.
Pelabuhan Bajoe mencatat kenaikan signifikan 9,61 persen menjadi 37,02 ribu orang. Secara tahunan, kinerja angkutan laut tumbuh 15,75 persen, sementara secara kumulatif Januari–September 2026 naik 5,46 persen.
Pertumbuhan kumulatif itu ditopang geliat aktivitas di Pelabuhan Parepare dan Makassar yang masing-masing tumbuh di atas 10 persen. Data BPS Sulsel menempatkan sektor laut sebagai penyeimbang saat penerbangan domestik mengalami koreksi bulanan.