Hakim Danish Dianggap Terlalu Ambisius Kalahkan Veda Ega di Moto3 Malaysia

Penulis: Oman Sudirman  •  Senin, 02 November 2026 | 19:06:01 WIB
Pembalap Hakim Danish finis keempat di Moto3 Malaysia 2026 setelah motornya melebar pada lap terakhir.

SULAWESI SELATAN — Hakim Danish finis keempat di Moto3 Malaysia 2026 setelah melebar pada lap terakhir akibat bersaing ketat dengan Veda Ega Pratama dan Brian Uriarte. Pelatihnya, Zulfahmi Khairudin, menilai obsesi pembalap Malaysia itu mengalahkan kedua rival justru membuat fokusnya pecah di Sepang.

Persaingan tiga arah di lintasan Sirkuit Sepang berakhir tanpa podium bagi tuan rumah. Hakim Danish harus puas di posisi keempat Moto3 Malaysia 2026, Minggu (1/11), setelah motor yang dikendarainya melebar di lap penutup.

Zulfahmi Khairudin, yang melatih Hakim sejak 2020, menyebut insiden lap terakhir itu bukan murni soal teknis. Menurutnya, pembalap berusia muda tersebut terlalu banyak menghabiskan energi untuk memikirkan cara mengalahkan Veda Ega dan Brian Uriarte.

Fokus Pecah karena Terlalu Memikirkan Veda Ega dan Uriarte

Zulfahmi menilai Hakim kehilangan konsentrasi saat harus mengawasi dua rival sekaligus di depannya. Kondisi itu membuatnya mengambil risiko berlebih pada lap-lap krusial.

"Ketika dia terlalu banyak memikirkan Veda Ega atau Brian Uriarte, dia kehilangan fokus. Jika dia bisa fokus pada satu balapan dalam satu waktu, pada akhirnya poin akan menunjukkan posisinya," kata Zulfahmi, dikutip dari New Strait Times.

Veda Ega sendiri tampil sebagai salah satu pembalap yang paling sering bersaing langsung dengan Hakim musim ini. Duet Indonesia-Filipina di tim yang sama itu kerap berada di kelompok depan, sementara Uriarte melengkapi persaingan di barisan terdepan.

Rookie dengan Potensi Besar tapi Belum Konsisten

Zulfahmi tidak menutup mata pada kualitas pembalap asuhannya. Ia menyebut Hakim punya modal besar untuk bersaing di level atas Moto3, hanya saja status rookie membuat konsistensinya belum stabil.

"Kita semua tahu bahwa Danish memiliki potensi yang sangat besar, tetapi sebagai pemain rookie, sangat sulit untuk konsisten," ujarnya.

Catatan musim ini mendukung penilaian tersebut. Hakim sempat tampil moncer di awal musim, lalu menurun pada pertengahan kompetisi sebelum kembali menunjukkan kecepatan di seri-seri terakhir.

Sepang Jadi Bukti Hakim Lebih Baik Saat Tidak Memikirkan Klasemen

Menurut Zulfahmi, penampilan Hakim di Sepang memperlihatkan perubahan cara berpikir. Pembalap Malaysia itu tampil lebih lepas ketika tidak membebani diri dengan perhitungan kejuaraan.

"Saya percaya sekarang adalah waktu bagi kita untuk fokus menjalani setiap balapan satu per satu daripada terlalu memikirkan kejuaraan, yang memberi terlalu banyak tekanan padanya," tutur Zulfahmi.

"Ketika kita menjalani semuanya satu balapan demi satu balapan, seperti yang kita lakukan di Sepang ini, dia jauh lebih baik," lanjutnya.

Tiga Seri Tersisa, Peringkat Kesembilan Masih Bisa Dikejar

Moto3 2026 menyisakan tiga sesi balapan: Qatar, Portugal, dan Valencia. Hakim saat ini menempati peringkat kesembilan klasemen sementara, posisi yang masih terbuka untuk diperbaiki.

Dengan pola pendekatan baru yang diminta pelatihnya, peluang naik peringkat tetap terbuka. Kuncinya sederhana menurut Zulfahmi: berhenti menghitung siapa rival di klasemen, dan mulai fokus pada satu balapan di depan mata.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top