Kanwil Kemenkum Sulsel Catatkan 284 Lagu Musisi Lokal di Hari Kedua Extra Day Service

Penulis: Mustofa Kamal  •  Minggu, 20 September 2026 | 11:32:31 WIB

MAKASSAR — Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Sulsel, Demson Marihot, menyebut tingginya jumlah karya yang dicatatkan sebagai cerminan kesadaran musisi lokal terhadap pelindungan hak cipta. Layanan Extra Day Service hari kedua berlangsung di Ruang Layanan Kantor Wilayah Kemenkum Sulsel dan menerima 284 karya lagu/musik.

Dari ratusan karya itu, lagu daerah, lagu pop, dan lagu bergenre punk mendominasi pendaftaran. Antusiasme pencipta lagu dinilai menunjukkan ekosistem kreatif Sulawesi Selatan bergerak aktif.

Frontxside Bawa Empat Lagu, Angkat Isu Pesisir hingga Motivasi Diri

Salah satu pendaftar yang mencuri perhatian adalah band asal Makassar, Frontxside. Band ini mencatatkan sejumlah karyanya, termasuk lagu berjudul "Cerita Rakyat" yang liriknya diambil dari buku Hikayat Gunung Riwayat Laut karya Anwar Jimpe Rahman.

Lagu tersebut mengangkat kisah keresahan masyarakat pesisir yang terdampak pembangunan kota. Frontxside juga mendaftarkan "Ambil Kendali" yang mengusung pesan motivasi diri agar tetap bertahan dan tidak terjerumus ke hal-hal negatif.

Dua karya lain yang ikut dicatatkan adalah "You Cannot Stop Me" dan "Bebaskan". "You Cannot Stop Me" menjadi penyemangat untuk terus bertahan menghadapi ujian, cobaan, maupun berbagai hal yang sengaja menghalangi niat baik. Adapun "Bebaskan" berbicara tentang terbebas dari hal-hal buruk yang melekat di pikiran dan jiwa.

Demson Marihot: Kesadaran Musisi Lokal Meningkat

Demson Marihot menyampaikan apresiasinya atas antusiasme para pencipta lagu dan musisi lokal yang memanfaatkan layanan Extra Day Service. Menurut dia, angka 284 karya dalam sehari menunjukkan kesadaran musisi akan pentingnya pelindungan hak cipta.

"Tingginya jumlah karya yang dicatatkan menunjukkan besarnya kesadaran para musisi, khususnya musisi lokal, akan pentingnya pelindungan hak cipta atas karya mereka. Kami berharap layanan ini dapat terus mendorong ekosistem kreatif di Sulawesi Selatan untuk semakin produktif dan percaya diri dalam berkarya," ujar Demson Marihot.

Kakanwil: Lirik Isu Sosial Jadi Kekayaan Intelektual Bernilai

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, menilai capaian pencatatan 284 karya dalam sehari mencerminkan geliat kreativitas masyarakat Sulawesi Selatan yang terus tumbuh, khususnya di bidang musik.

Ia menyoroti karya musisi seperti Frontxside yang mengangkat isu sosial melalui lirik lagu sebagai bentuk kekayaan intelektual yang bernilai. Menurut Andi Basmal, musisi Sulawesi Selatan tidak hanya berkarya untuk hiburan, tetapi juga menyuarakan kegelisahan masyarakat melalui seni.

"Karya musik yang mengangkat kearifan lokal dan isu-isu sosial seperti yang dilakukan Frontxside menunjukkan bahwa musisi Sulawesi Selatan tidak hanya berkarya untuk hiburan, tetapi juga menyuarakan kegelisahan masyarakat melalui seni. Kami mengajak seluruh pencipta lagu untuk terus mendaftarkan karyanya agar mendapatkan pelindungan hukum yang jelas, sekaligus menjaga orisinalitas dan nilai ekonomi dari karya tersebut," ujar Andi Basmal.

Sertifikat Hak Cipta Diserahkan Langsung ke Pencipta Lagu

Pada hari yang sama, sertifikat pencatatan hak cipta lagu dan musik diserahkan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Andi Haris, bersama Demson Marihot. Penyerahan ini menjadi penutup rangkaian layanan hari kedua.

Extra Day Service sendiri merupakan bagian dari upaya mempermudah akses masyarakat, khususnya pelaku kreatif, untuk mendapatkan pelindungan kekayaan intelektual atas karya mereka. Layanan ini menyasar pencipta lagu yang selama ini terkendala waktu untuk mengurus pencatatan di hari kerja.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top