Gempa M 4,3 Guncang Luwu Timur Siang Ini, Warga Malili-Towuti Rasakan Getaran Skala III-IV MMI

Penulis: Oman Sudirman  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 18:28:31 WIB
Warga di Malili, Towuti, dan Tomoni merasakan getaran gempa berkekuatan M 4,3 pada skala intensitas III-IV MMI siang ini.

LUWU TIMUR — Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Senin (24/8/2026) pukul 13.34 Wita. Guncangan dilaporkan terasa cukup kuat oleh warga di sejumlah kecamatan, terutama di Malili, Towuti, dan Tomoni.

Berdasarkan analisis BMKG, episentrum gempa berlokasi pada koordinat 2.50 Lintang Selatan dan 120.92 Bujur Timur. Pusat gempa berada di kedalaman 6 kilometer, yang tergolong dangkal sehingga getarannya terasa signifikan di permukaan.

Getaran Terasa Kuat, Warga Sempat Keluar Rumah

BMKG mencatat intensitas guncangan di Malili, Towuti, dan Tomoni mencapai skala III-IV MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata oleh banyak orang di dalam rumah saat siang hari.

“Getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi,” tulis BMKG melalui aplikasi Info BMKG.

Meski guncangan terasa, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat kejadian ini.

Kedalaman Dangkal Jadi Penyebab Guncangan Terasa Kuat

Kedalaman episentrum yang hanya 6 kilometer menjadi faktor utama mengapa getaran terasa cukup kuat meski magnitudonya relatif kecil. Gempa dangkal umumnya melepaskan energi lebih dekat ke permukaan bumi.

Lokasi episentrum yang berada di daratan juga membuat wilayah permukiman di sekitar pusat gempa merasakan guncangan lebih intens dibandingkan jika pusat gempa berada di laut.

Belum Ada Laporan Kerusakan, BMKG Imbau Warga Tetap Tenang

Pihak BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah Luwu Timur pasca-gempa utama. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Warga juga diminta memeriksa kondisi bangunan tempat tinggalnya masing-masing. Jika ditemukan retakan struktural yang membahayakan, sebaiknya segera melapor ke aparat setempat untuk penanganan lebih lanjut.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top