MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan jaringan diaspora untuk mempercepat penetrasi produk lokal ke pasar global. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Melinda Aksa dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menerima CEO dan Founder IBR, Imat Badruddin, di Kantor Wali Kota Makassar, Senin (24/8/2026).
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memetakan potensi ekonomi kreatif dan pariwisata Makassar agar mampu bersaing di tingkat internasional. Imat, yang memiliki pengalaman sekitar dua dekade di bidang pemasaran dan manajemen talenta, menilai kota ini tidak memulai dari nol.
"Banyak potensi di Kota Makassar. Kota ini tidak mulai dari nol. Makassar sudah harus melangkah jauh," ujar Imat dalam pemaparannya.
Imat menyoroti sejumlah keunggulan yang dimiliki Makassar sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan. Posisi sebagai pintu gerbang (gateway) kawasan Indonesia Timur, keberadaan perguruan tinggi, hingga basis komersial yang telah berkembang dinilai sebagai modal kuat.
Menurutnya, aset pariwisata yang besar tinggal dikemas menjadi ekosistem yang utuh. "Makassar punya tourism asset yang besar. Tinggal bagaimana dikembangkan menjadi satu tourism ecosystem," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Imat menawarkan tiga gagasan utama yang bisa menjadi bagian dari strategi pengembangan Makassar. Ketiganya adalah Experience, Creative Outsourcing Center, dan Makassar Hub.
Konsep Experience diarahkan untuk mengemas pengalaman wisata lokal agar lebih menarik bagi wisatawan mancanegara. Sementara Creative Outsourcing Center bertujuan menghubungkan talenta lokal, khususnya lulusan perguruan tinggi, dengan kebutuhan industri global tanpa harus meninggalkan kota.
"Jadi, Creative Outsourcing Center bukan berarti kita buka studio di sini kemudian bersaing dengan orang kreatif di sini. Justru talenta yang ada di sini kita hubungkan dengan kebutuhan di luar," tuturnya.
Konsep Makassar Hub dinilai dapat menjadi pintu masuk promosi produk dan jasa lokal. Pelaku UMKM yang produknya telah memenuhi standar ekspor akan diberikan akses ke jejaring internasional milik Imat.
"Kalau punya barang yang sudah ekspor approved, quality export, kasih ke saya. Kami bisa perkenalkan," ujarnya. Namun, ia menekankan pentingnya proses kurasi yang ketat dari pemerintah. "Yang kita kurasi bukan orangnya saja, tapi barangnya," tambah dia.
Imat juga mengingatkan bahwa kunci keberhasilan perdagangan internasional terletak pada tindak lanjut setelah pameran. Kehadiran di ajang promosi tidak boleh berhenti pada kegiatan tiga hari saja.
"Kalau berdagang di luar negeri jangan hanya datang pameran tiga hari, kemudian pulang. Kunci keberhasilan dari pameran adalah setelah pameran," tegasnya.
Untuk itu, keberadaan hub atau jejaring pemasaran di negara tujuan menjadi penting. Hal ini agar produk lokal tetap memiliki representasi dan komunikasi dengan calon pembeli dapat terus terjaga, termasuk memastikan ketersediaan produk dan kebutuhan pasar.