SULAWESI SELATAN — Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri telah tiba di lokasi gedung di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026) pagi. Tim forensik tersebut bertugas melacak titik awal munculnya api sekaligus mengumpulkan barang bukti untuk menentukan penyebab pasti kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB.
Menurut keterangan dokter yang menangani, seluruh korban yang dirawat mengalami iritasi saluran napas akut. Kondisi ini dipicu oleh kepanikan dan keterlambatan evakuasi karena material bangunan yang mudah terbakar menghasilkan asap pekat di lantai tiga dan empat, tempat divisi pengolahan data berada.
"Kita juga mendoakan bersama para korban dalam kondisi sekarang masih dalam perawatan, khususnya bagi yang masih sesak napas. Ini keterangan dari dokter karena kondisi berada di lokasi kejadian," kata Budi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu.
Penyidik saat ini masih memeriksa saksi-saksi dari petugas keamanan gedung dan teknisi kelistrikan. Dugaan awal, api berasal dari hubungan pendek arus listrik di ruang server lantai tiga yang sempat mengalami lonjakan daya pada Jumat sore.
Puslabfor akan mencocokkan pola pembakaran di lokasi dengan keterangan saksi untuk memastikan hipotesis tersebut. "Ya, kejadian tadi malam kita menyampaikan simpati kepada Bapenda yang kejadian kebakaran. Dengan hadirnya Puslabfor Bareskrim Polri untuk menentukan penyebab dari asal api, di mana titik api," tutur Budi.
Kebakaran ini memaksa Dinas Bapenda DKI menutup sementara layanan administrasi pajak daerah di gedung tersebut. Antrean wajib pajak yang biasanya memadati lantai dasar dialihkan ke kantor Unit Pelayanan Pajak (UPP) terdekat di wilayah Gambir dan Tanah Abang.
Belum ada pernyataan resmi mengenai data aset atau arsip digital yang hilang. Namun, petugas keamanan menyebut proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam sebelum api berhasil dilokalisasi oleh 15 unit mobil pemadam kebakaran dari Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat.
Polda Metro Jaya belum menetapkan tersangka dalam peristiwa ini. Pemeriksaan awal masih berfokus pada audit sistem kelistrikan gedung yang terakhir dilakukan pada Juni 2026. Hasil laboratorium forensik dijadwalkan keluar dalam tiga hingga lima hari ke depan untuk menjadi dasar penyidikan lebih lanjut.
Seluruh korban yang dirawat dilaporkan dalam kondisi stabil dan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sebagian pegawai yang sempat dirawat karena pusing dan mual telah diperbolehkan pulang pada Sabtu dini hari.