MAROS — Laju pemulihan ekonomi Kabupaten Maros menunjukkan akselerasi signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi daerah tumbuh 9,54 persen secara tahunan pada Triwulan I 2026, menembus laju pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang tercatat 6,88 persen pada periode yang sama.
Angka ini berbanding terbalik dengan kondisi lima tahun lalu. Pada 2020, pandemi COVID-19 memukul keras perekonomian Maros hingga terkontraksi 10,87 persen. Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang menurun drastis ikut menyeret sektor perdagangan, perhotelan, dan jasa lainnya.
Struktur ekonomi Maros masih bertumpu pada sektor transportasi dan pergudangan yang menyumbang pangsa 39,45 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sektor ini berkontribusi 3,30 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi daerah.
Posisi Maros sebagai pintu gerbang Sulawesi Selatan menjadi faktor kunci. Meningkatnya mobilitas penumpang dan logistik melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mendorong aktivitas distribusi barang dan jasa.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyusul dengan sumber pertumbuhan 2,10 persen dan pangsa ekonomi 16,97 persen. Sementara itu, industri pengolahan menyumbang 1,58 persen terhadap pertumbuhan dengan pangsa pasar 14,94 persen.
Pemkab Maros mulai menjalankan langkah percepatan pemulihan ekonomi sejak 2021. Hasilnya, ekonomi daerah kembali tumbuh positif sebesar 1,36 persen pada tahun tersebut sebelum akhirnya melesat ke level 9,54 persen saat ini.
Kabid Data dan Informasi Pembangunan Bapperida Maros, Nur Aenun, menjelaskan bahwa pemulihan dilakukan dengan menyasar sektor-sektor strategis. Penyederhanaan perizinan dan pendampingan investor menjadi prioritas untuk menarik investasi.
"Mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui revitalisasi destinasi wisata, dan penyelenggaraan berbagai event," ujar Nur Aenun kepada detikSulsel, Selasa (4/8/2026).
Penguatan UMKM dilakukan melalui fasilitas modal, pelatihan, digitalisasi usaha, serta perluasan akses pasar. Pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan irigasi juga digenjot untuk memperkuat konektivitas wilayah.
Sektor pertambangan dan penggalian, administrasi pemerintahan, serta konstruksi turut menopang pertumbuhan. Berlanjutnya proyek infrastruktur dinilai memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Ke depan, Pemkab Maros memprioritaskan peningkatan investasi, penguatan sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM. Peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kemudahan perizinan menjadi bagian dari strategi menjaga momentum pertumbuhan.