SULAWESI SELATAN — Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menilai IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren naik. Berdasarkan risetnya, indeks berpotensi menguat menuju level 6.392, bahkan berpeluang menembus 6.545 jika penutupan harian mampu bertahan di atas resistance tersebut. "Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish," tulis Ivan dalam risetnya, Rabu (5/8).
Senada dengan Binaartha, tim riset BRI Danareksa juga melihat potensi penguatan lanjutan. Namun, mereka mengingatkan adanya risiko profit taking jangka pendek karena indeks telah memasuki area supply 6.320–6.400. Meski demikian, tren bullish dinilai masih terjaga selama IHSG bertahan di atas area support 6.270–6.200.
Untuk perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan lima saham dengan target harga spesifik. Sektor pertambangan dan industri dasar mendominasi pilihan analis Binaartha.
Sementara itu, BRI Danareksa memberikan pilihan yang sedikit berbeda dengan fokus pada emiten pertambangan logam dan energi. Rekomendasi mereka mencakup saham PT Timah Tbk (TINS) dengan target harga Rp 3.890-4.029, BRMS di kisaran Rp 605-640, dan MEDC dengan target Rp 1.400-1.440.
Di luar faktor teknikal, pasar juga akan mencermati rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II 2026 yang diproyeksikan tumbuh 5,3% secara tahunan. Angka ini menjadi indikator penting bagi investor untuk mengukur fundamental ekonomi di tengah momentum penguatan indeks.
Perhatian pelaku pasar juga tertuju pada rencana pemerintah menambah injeksi dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke perbankan. Langkah ini bertujuan menjaga likuiditas dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil, yang berpotensi menjadi katalis positif bagi saham-saham perbankan dan perekonomian domestik secara keseluruhan. Kelanjutan musim laporan keuangan (earning season) kuartal kedua juga akan menjadi sorotan utama dalam beberapa pekan ke depan.
Investasi mengandung risiko.