SULAWESI SELATAN — Di sektor U-15, Mojang Priangan Ciamis menekuk Putri Surakarta 1-0. Hasil itu mengubur asa lawannya untuk lolos ke fase knockout. Di laga lain, Arema FC Women Malang membantai Putri Tangsel City Tangerang Selatan dengan skor telak 3-1.
Pelatih Kepala Arema FC Women, Nanang Habibi, memuji perbaikan timnya setelah tampil buruk di pertandingan pertama. "Hari ini para pemain bisa menikmati pertandingan sehingga aliran bola ketika build-up serangan lebih rapi dan terorganisir," ujarnya.
Ia mengungkapkan, evaluasi dari laga sebelumnya menjadi kunci. "Kami menekankan untuk lebih berani main dari kaki ke kaki, organisasinya lebih karena butuh gol cepat. Alhamdulillah kami bisa menang," tambah Nanang.
Meski sudah mengantongi tiket semifinal, Pelatih Kepala Mojang Priangan Imam Sujagad mengaku timnya belum tampil maksimal. "Dari dua laga ini, kami belum mengeluarkan permainan yang sesungguhnya. Seluruh pemain kami memiliki kualitas," katanya.
Imam berharap skuad asuhannya bisa tampil lebih baik saat meladeni Arema FC Women di laga pamungkas penyisihan. Pertandingan itu sekaligus menentukan juara Grup A.
Di kategori U-18, persaingan justru semakin ketat. Laga antara Putri Garut dan Putri JP Jakarta di Supersoccer Arena berakhir tanpa gol. Skor kacamata bertahan setelah 70 menit pertandingan.
Pelatih Kepala Putri JP Jakarta, Herry Susilo, mengakui timnya mendominasi penguasaan bola di kedua babak. "Dari segi stamina kami unggul, hanya pemain terburu-buru menyerang direct," ujarnya. Ia menyoroti penyelesaian akhir yang buruk saat menghadapi situasi satu lawan satu.
Sementara itu, Tigers Football Academy berhasil menggilas Putri Batang 4-0. Hasil itu membawa klub asal Surabaya tersebut ke puncak klasemen sementara dengan 4 poin. Putri JP Jakarta juga mengoleksi 4 poin namun kalah produktivitas gol. Putri Garut mengantongi 2 poin, sedangkan Putri Batang masih nihil poin.
Manager Putri Batang, Yayan Prasetyo, mengakui kans timnya melaju ke semifinal sudah sirna setelah dua kali kalah. Meski begitu, ia memastikan timnya akan tampil optimal di laga terakhir untuk berburu poin maksimal.
Mengenai kekalahan 0-4 dari Tigers FA, Yayan menjelaskan strategi berisiko yang diterapkan pelatih. "Pelatih meminta pemain menaikkan lini pertahanan di babak kedua. Strategi tersebut memang berisiko karena ketika lawan melakukan counter attack cukup efektif sehingga kemasukan tiga gol di babak kedua," pungkasnya.