MAKASSAR — Sektor agrikultur di Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat kian bertransformasi. PLN UID Sulselrabar mencatat lonjakan signifikan jumlah petani, pekebun, dan pembudidaya ikan yang beralih menggunakan listrik untuk menggerakkan usaha mereka. Per Mei 2026, total pelanggan elektrifikasi agrikultur mencapai 4.280 pelanggan, naik dari 3.911 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini juga diiringi pertumbuhan daya terpasang. Tercatat, total daya listrik yang digunakan sektor agrikultur mencapai 206.312 kiloVolt Ampere (kVA) pada Mei 2026, meningkat dari 194.949 kVA pada Mei 2025. Artinya, tidak hanya jumlah pelanggan yang bertambah, tetapi kebutuhan daya setiap usaha juga ikut membesar.
General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah menegaskan, kehadiran listrik andal dan tarif yang kompetitif menjadi kunci utama pergeseran ini. Menurutnya, program Electrifying Agriculture dirancang untuk mempercepat transformasi menuju pertanian modern berbasis energi listrik.
"Angka ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pemanfaatan energi listrik untuk mendukung kegiatan produktif di sektor agrikultur," ujar Edyansyah di Makassar, Selasa.
Ia menjelaskan, dengan listrik, petani bisa mengoperasikan pompa air untuk irigasi secara stabil tanpa bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) yang harganya fluktuatif. Sistem pengairan yang konsisten ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional di lapangan.
Edyansyah menambahkan, program ini merupakan bentuk dukungan PLN terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui elektrifikasi, sektor pertanian diharapkan tidak hanya lebih produktif, tetapi juga lebih berkelanjutan.
"Ketika petani lebih produktif dan biaya produksi semakin efisien, maka daya saing sektor pertanian juga akan semakin kuat," kata dia.
PLN menyebut program ini sebagai bagian dari Creating Shared Value (CSV) yang memberikan manfaat bersama bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah. Dari kebun-kebun yang kini dialiri listrik, harapan petani untuk meningkatkan hasil panen dan mewujudkan swasembada pangan kian nyata.
"Dari kebun-kebun yang kini semakin produktif, listrik menjadi energi yang menggerakkan masa depan. Menghidupkan harapan petani, memperkuat ketahanan pangan, dan menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat," pungkas Edyansyah.