SULAWESI SELATAN — General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengonfirmasi keputusan perombakan skuat setelah kompetisi musim lalu usai. Tiga pemain dengan latar belakang berbeda—dari pemain asing, binaan muda, hingga talenta junior—resmi tak lagi berseragam Singo Edan mulai musim depan.
Gelandang serang asal Brasil ini menjadi nama paling berpengaruh di antara yang dilepas. Dalam 26 penampilan Super League 2025/2026, Valdeci mencatatkan lima gol dan dua assist, menjadikannya elemen kunci dalam membangun serangan Arema.
Kontraknya habis pada 31 Mei 2026 dan tak diperpanjang. Yusrinal Fitriandi mendoakan karier Valdeci terus berkembang di klub barunya. "Semoga pengalaman bersama Arema FC menjadi bagian berharga dalam kariernya," ujarnya dikutip dari laman ILeague, Selasa (9/6).
Winger kiri asal Tulehu, Maluku, berusia 22 tahun, mengakhiri kebersamaan dua musim bersama Arema. Selama membela tim senior, Iksan mencatatkan 30 penampilan dan dua gol, plus empat laga bersama tim U20.
Dia juga bagian dari skuat yang menjuarai Piala Presiden 2024. Manajemen menilai usianya masih ideal untuk berkembang. "Kami mendoakan agar ia meraih kesuksesan di klub barunya nanti, mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain," kata Yusrinal.
Penyerang berusia 18 tahun asal Tanjung Morawa, Sumatera Utara, hanya satu musim di Arema. Dia lebih banyak memperkuat tim U20 di Elite Pro Academy (EPA) Super League dengan 13 penampilan dan dua gol.
Meski belum menjalani debut senior, Agusti tercatat tiga kali masuk dalam Daftar Susunan Pemain kompetisi musim lalu. Manajemen yakin masa depannya masih panjang. "Semoga pengalaman yang didapat selama di Arema FC menjadi bekal berharga," pungkas Yusrinal.