MAKASSAR — Gelombang kepulangan jemaah haji asal Sulawesi Selatan mulai berlangsung. Dua kelompok terbang (kloter) pertama telah tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dengan total 782 orang, terdiri dari 775 jemaah dan tujuh petugas. Kloter 1 membawa 391 orang yang didominasi jemaah asal Kabupaten Soppeng, sementara Kloter 2 mengangkut 393 jemaah asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Ketua PPIH Embarkasi-Debarkasi Makassar, H. Ikbal Ismail, menyebut penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 berjalan baik. Penilaian itu, kata dia, diamini Tim Pengawas DPR RI yang memantau langsung pelaksanaan di Arab Saudi. “Atas nama PPIH, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan seluruh pihak,” ujar Ikbal dalam seremoni penerimaan di Aula Arafah Asrama Haji Makassar.
Meski secara umum lancar, PPIH mencatat 16 jemaah Embarkasi Makassar wafat di Tanah Suci hingga pemulangan Kloter 1. Rinciannya: 11 jemaah asal Sulawesi Selatan, satu Sulawesi Barat, dua Sulawesi Tenggara, satu Maluku Utara, dan satu Maluku. Dari Kloter 2, satu jemaah atas nama Ijuma H. Lompeng wafat pada 30 Mei 2026.
Satu jemaah lainnya, Lanti Latief Abdullah, masih menjalani perawatan di Arab Saudi. Secara keseluruhan, Embarkasi Makassar semula merencanakan memberangkatkan 16.728 jemaah dan petugas. Namun 22 calon jemaah belum dapat diberangkatkan karena sakit (14 orang), hamil (empat), wafat (satu), dan tunda keberangkatan (tiga).
Kedatangan Kloter 2 menjadi momen istimewa. Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menjemput jemaah hingga ke area pesawat, menepati janji saat melepas keberangkatan beberapa waktu lalu. “Alhamdulillah saya bisa menjemput langsung di pesawat. Ada yang mengira saya petugas bandara,” ujarnya disambut tawa jemaah yang tiba pukul 06.50 WITA.
Syaharuddin menilai tahun ini spesial karena Kabupaten Sidrap untuk pertama kalinya memberangkatkan dua kelompok terbang. “Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Tambahan kuota ini tidak lepas dari koordinasi baik antara pemerintah daerah dengan Kementerian Haji dan Umrah,” katanya.
Di sela penyambutan, sejumlah pejabat mengingatkan esensi ibadah haji. Asisten I Pemprov Sulsel, H. Muh. Ishaq Iskandar, menegaskan predikat haji bukan sekadar gelar, melainkan amanah moral. “Haji mabrur adalah haji yang mampu menghadirkan kepedulian sosial dan akhlak mulia di tengah kehidupan bermasyarakat,” kata Ishaq.
Sekretaris PPIH Debarkasi Makassar, H. Asa Afif, mengajak jemaah merefleksikan perubahan perilaku. “Kalau sebelum berangkat ibadahnya biasa-biasa saja, setelah pulang haji semoga menjadi lebih baik. Yang biasanya mudah marah, semoga menjadi lebih sabar,” pesannya. Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, berharap para jemaah, khususnya yang mendominasi rombongan pertama, menjadi panutan dan membawa nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
Kloter 1 terdiri dari 391 orang, dengan 384 jemaah asal Kabupaten Soppeng, satu asal Kota Makassar, dan enam petugas. Jemaah termuda, Husnul Khulqy Akhwan, berusia 19 tahun, sementara tertua, Halika Palecceng, 85 tahun. Jumlah jemaah lanjut usia mencapai 82 orang. Kloter 2 memberangkatkan 393 jemaah asal Sidrap, dan 391 di antaranya pulang dalam kondisi sehat.
PPIH Debarkasi Makassar terus bersiaga menyambut kedatangan kloter-kloter berikutnya dalam beberapa hari ke depan.