MAKASSAR — Lapangan Karebosi kembali menjadi pusat konsentrasi umat Islam Kota Makassar dalam merayakan Idul Adha tahun ini. Pemerintah Kota menetapkan lokasi bersejarah itu sebagai tempat utama pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu (27/5/2026).
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Makassar, Mohammad Syarief, mengatakan persiapan terus dimatangkan. “Insya Allah untuk pelaksanaan salat Idul Adha atau Id tingkat Kota Makassar, dipusatkan di Lapangan Karebosi. Kita laksanakan pada hari Rabu, 27 Mei 2026 atau bertepatan dengan 10 Zulhijah 1447 Hijriah,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Pemkot Makassar menghadirkan dua tokoh agama untuk memimpin jalannya ibadah. Bertindak sebagai khatib adalah Dr. K.H. Muhammad Ishaq Samad, M.A., yang merupakan Ketua Umum DPP IMMIM. Sementara imam salat Idul Adha dipercayakan kepada Ustaz Dwi Cahya Oktianto, S.H., M.Pd., salah satu imam masjid di Kota Makassar.
Warga diimbau hadir lebih awal, yakni sebelum pukul 06.00 WITA atau setelah Salat Subuh, untuk mengantisipasi kepadatan jamaah. “Silakan membawa perlengkapan masing-masing, tikar atau alas koran maupun alas plastik,” imbuh Syarief, yang sebelumnya menjabat Kabag Protokol Pemkot Makassar.
Setelah salat, agenda penyembelihan hewan kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto direncanakan berlangsung di Masjid At-Taqwa. Lokasinya berada di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo atau Jalan Irian, tepat di samping Polsek Wajo. “Insyaallah pemotongan hewan kurban bantuan pak Presiden juga dilaksanakan di hari Rabu,” jelas Syarief.
Pemerintah Kota Makassar masih melakukan pendataan jumlah hewan kurban dari masing-masing kecamatan. Data tersebut akan diumumkan pada Senin atau Selasa setelah seluruh laporan terkumpul.
Melalui momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemkot Makassar berharap semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan nilai pengorbanan dapat semakin mempererat persaudaraan antarwarga. “Jangan lupa tetap tertib, menjaga keamanan, dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari salat Id hingga ceramah,” pesan Mohammad Syarief.