SULAWESI SELATAN — Aksi ambil untung masif menekan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat bergerak liar bak roda putar akhirnya berakhir di zona merah dengan pelemahan signifikan.
Langkah IHSG sudah pincang sejak bel pembukaan perdagangan pagi dimulai. Indeks langsung dibuka melemah 0,29% atau terpangkas 18,47 poin ke posisi 6.352,20 dengan nilai transaksi awal yang tergolong sepi, hanya berkisar Rp 158 miliar dari volume 235 juta saham.
Koreksi ini segera meluas dalam hitungan menit setelah pembukaan perdagangan. Sebanyak 156 saham langsung terjerembab ke zona merah, memaksa kapitalisasi pasar bursa menyusut ke angka Rp 11.079 triliun seiring kejatuhan indeks yang sempat menyentuh minus 1,35%.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar langsung menjadi sasaran jual investor sejak menit-menit pertama perdagangan dibuka. Tekanan jual ini membuat pelaku pasar cenderung bersikap defensif di awal sesi.
Arah angin sempat berbalik menjelang siang hari ketika pelaku pasar mulai mengantisipasi pidato perdana Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ekspektasi pasar yang membubung tinggi memicu aksi beli selektif yang cukup agresif.
IHSG berbalik arah dengan lonjakan tajam mencapai 1% ke level tertinggi harian di 6.430,97. Pada fase ini, optimisme investor tercermin dari 382 saham yang bergerak menguat, sementara nilai transaksi harian melesat hingga Rp 4,83 triliun dengan frekuensi transaksi mencapai 615 ribu kali.
Aktivitas perdagangan yang meningkat di pertengahan hari ini sempat memberikan harapan adanya pembalikan arah tren jangka pendek. Namun, momentum positif tersebut ternyata tidak bertahan lama di tengah minimnya sentimen pendukung lain.
Memasuki paruh kedua perdagangan, tekanan jual kembali melanda saham-saham yang paling ramai ditransaksikan seperti BBCA, ASPR, BBRI, BUMI, dan TPIA. Aksi lepas portofolio ini membuat indeks kehilangan seluruh keuntungan yang sempat diraih pada siang hari.
IHSG akhirnya longsor nyaris 2% dan terkunci di level 6.249,26 pada bel penutupan perdagangan sore. Sebanyak 532 saham melemah di akhir hari, berbanding terbalik dengan hanya 167 saham yang menguat, dengan total nilai transaksi harian membengkak menjadi Rp 10,26 triliun dari volume perdagangan 18,54 miliar lembar saham.
Sikap hati-hati investor ini dipicu oleh agenda krusial Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu siang (20/5/2026). Pelaku pasar memilih mengamankan posisi tunai guna mengantisipasi keputusan suku bunga acuan di tengah tekanan berat terhadap nilai tukar rupiah dan pasar keuangan domestik.