Ekonomi Luwu Timur Terendah Ketiga di Sulsel, Pemkab Malah Anggarkan Rp4 Miliar untuk Ruang Rapat Baru

Penulis: Nurul Huda  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 15:55:05 WIB
Pembangunan ruang rapat baru di Rumah Jabatan Bupati Luwu Timur dialokasikan Rp4 miliar.

LUWU TIMUR — Alokasi anggaran Rp4 miliar untuk pembangunan ruang rapat di Rumah Jabatan Bupati Luwu Timur tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) Penyedia yang ditayangkan di sistem informasi pengadaan pemerintah. Paket pekerjaan itu bernama Pembangunan Ruang Rapat Kantor Bupati dengan kode RUP 65415875 dan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat.

Plt Kadis PUPR Belum Tahu Detail Pekerjaan

Sekretaris Dinas PUPR Luwu Timur, Yusran, yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas, mengaku belum mengetahui rincian item pekerjaan dalam proyek tersebut. Ia baru akan menelusuri detailnya kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Iya, benar Rp4 miliar anggarannya untuk ruang rapat Rujab Bupati Luwu Timur. Tapi untuk item apa saja yang dibenahi dari anggaran itu, saya belum tahu,” ujar Yusran saat dihubungi, Selasa (12/5).

Pertumbuhan Ekonomi 3,7 Persen, Terendah Ketiga di Sulsel

Besaran anggaran itu menuai kritik karena dinilai tidak selaras dengan kondisi ekonomi warga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per awal 2026, pertumbuhan ekonomi Luwu Timur hanya 3,7 persen. Angka itu masuk dalam tiga terendah di Sulawesi Selatan bersama Kepulauan Selayar dan Bantaeng.

Luwu Timur juga tertinggal dari daerah tetangganya seperti Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Kota Palopo yang mencatat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Data ini memperkuat sorotan terhadap prioritas belanja daerah.

Pengamat: Bupati Tak Peka Kondisi Ekonomi

Koordinator Bidang Ekonomi Lembaga Pemerhati Pemerintah dan Demokrasi (LP2D), Akbar, menilai kebijakan penganggaran itu menunjukkan kurangnya kepekaan pemerintah daerah terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Menurutnya, alokasi Rp4 miliar seharusnya bisa dialihkan untuk program pemulihan ekonomi warga.

“Kalau pembangunannya tidak terlalu mendesak, untuk apa dipercepat? Ekonomi Luwu Timur sedang tidak baik. Data BPS sudah jelas, seharusnya bupati peka melihat kondisi itu,” ujar Akbar, Rabu (13/5).

Ia menambahkan, sejak data BPS dirilis, belum terlihat langkah konkret dari pemkab untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat. “Harusnya ada gerakan konkret agar perputaran ekonomi masyarakat bisa segera meningkat,” pungkasnya.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: ideatimes.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top