Laporan Tahunan Danantara Tak Kunjung Terbit, Pengamat: Citra BUMN Terancam

Penulis: Oman Sudirman  •  Senin, 11 Mei 2026 | 18:40:06 WIB
Keterlambatan penerbitan laporan tahunan Danantara menimbulkan kekhawatiran terkait transparansi BUMN.

Tahun anggaran 2025 telah berakhir pada 31 Desember 2025. Mengacu pada aturan yang berlaku, Danantara sebagai badan publik yang dananya bersumber dari APBN memiliki kewajiban yang sama seperti kementerian atau lembaga negara lain: menerbitkan laporan tahunan dua bulan setelah tahun buku tutup buku.

Artinya, batas akhir pelaporan adalah akhir Februari 2026. Namun, hingga berita ini ditulis, publik masih menunggu dokumen yang memuat rincian kinerja dan penggunaan anggaran tersebut. Tak ada pernyataan resmi dari manajemen Danantara soal molornya penerbitan laporan.

Pengamat: Contoh Buruk bagi BUMN di Bawahnya

Herry Gunawan, pengamat BUMN dari NEXT Indonesia Center, menilai keterlambatan ini bukan sekadar masalah administratif. Menurutnya, ini menunjukkan lemahnya komitmen terhadap prinsip transparansi dan tata kelola yang baik (good corporate governance/GCG).

“Danantara memberikan contoh yang sangat tidak pantas kepada BUMN di bawahnya, karena mengabaikan regulasi. Ini menunjukkan tidak ada komitmen dari Danantara untuk menerapkan tata kelola yang baik, sehingga pengelolaan BUMN di bawahnya jadi riskan,” ujar Herry di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Pengawasan terhadap Danantara menjadi krusial mengingat posisinya sebagai induk usaha yang membawahi sejumlah perusahaan pelat merah raksasa seperti Pertamina, PLN, BRI, dan Telkom. Jika induknya sendiri abai terhadap aturan, bagaimana dengan anak-anak usahanya?

Apa yang Harus Ada dalam Laporan?

Berdasarkan regulasi, laporan tahunan sebuah lembaga negara setidaknya memuat dua komponen utama. Pertama, laporan kinerja yang berisi hasil kegiatan selama satu tahun anggaran. Kedua, laporan keuangan yang merinci penggunaan anggaran negara yang telah dikelola.

Tanpa dokumen ini, publik dan DPR sebagai pengawas tidak bisa menilai apakah Danantara telah menjalankan mandatnya secara efektif. Apakah investasi yang dilakukan sudah tepat sasaran? Berapa dividen yang disetor ke negara? Semua itu masih menjadi tanda tanya besar.

Konsekuensinya, kepercayaan investor dan publik terhadap kredibilitas holding BUMN ini bisa tergerus. Jika laporan tahunan saja molor, bagaimana dengan proyek-proyek besar yang katanya akan digarap?

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top