MAKASSAR — Pemantauan konsentrasi partikel halus PM2,5 di Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Maros, menunjukkan fluktuasi sejak tengah malam. Pada pukul 00.00 WITA, konsentrasinya sekitar 83 µg/m³, lalu turun menjadi sekitar 64 µg/m³ pada pukul 01.00 WITA.
Angka tersebut kembali bergerak naik menjelang pagi. Konsentrasi PM2,5 mencapai sekitar 82 µg/m³ pada pukul 06.00 WITA, lalu melonjak hingga lebih dari 100 µg/m³ pada pukul 07.00 WITA sebelum turun menjadi 86,1 µg/m³ pada pukul 08.00 WITA.
Sepanjang Pagi, PM2,5 di Maros Tak Pernah di Bawah 60 µg/m³
Data pemantauan pada grafik BMKG memperlihatkan konsentrasi PM2,5 di Maros berada di atas 60 µg/m³ sepanjang pukul 00.00–08.00 WITA. Nilainya sempat meningkat hingga sekitar 101 µg/m³ pada pukul 07.00 WITA, sebelum kembali menurun satu jam kemudian.
Angka itu menempatkan Makassar dan sekitarnya di kategori tidak sehat berdasarkan klasifikasi kualitas udara yang ditampilkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Batas Angka: Kapan Udara Disebut Baik dan Tidak Sehat
Berdasarkan klasifikasi BMKG, kualitas udara dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 0–15,4 µg/m³ masuk kategori baik. Konsentrasi 15,5–55,4 µg/m³ tergolong sedang, sedangkan 55,5–150,4 µg/m³ masuk kategori tidak sehat.
Kategori sangat tidak sehat berada pada rentang 150,5–250,4 µg/m³. Sementara itu, konsentrasi di atas 250,4 µg/m³ dikategorikan berbahaya dan memerlukan penanganan cepat.
Mengapa Partikel Halus Ini Berbahaya bagi Saluran Napas
PM2,5 merupakan partikel udara berukuran lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer. Partikel halus ini dapat masuk ke saluran pernapasan dan menimbulkan risiko kesehatan ketika terhirup.
Karena ukurannya jauh lebih kecil dari rambut manusia, partikel ini tidak tersaring di hidung dan bisa mencapai bagian dalam paru-paru. Kelompok paling rentan adalah anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat gangguan pernapasan.
Langkah yang Bisa Diambil Warga Makassar
Masyarakat di Makassar dan sekitarnya dapat mengurangi paparan udara luar, terutama saat konsentrasi partikel tinggi. Warga juga disarankan menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Pemantauan kualitas udara di Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan di Maros menjadi rujukan utama untuk wilayah Makassar dan sekitarnya. Angka PM2,5 pada grafik BMKG diperbarui secara berkala, sehingga warga bisa mengecek kondisi terkini sebelum beraktivitas di luar.