Pencarian

24 Guru dari 12 SMA/MA Sulawesi Bersaing di Teacher Tech Championship 2026, Ciptakan Aplikasi Pembelajaran Berbasis AI

Sabtu, 19 September 2026 • 10:39:31 WIB
24 Guru dari 12 SMA/MA Sulawesi Bersaing di Teacher Tech Championship 2026, Ciptakan Aplikasi Pembelajaran Berbasis AI

Sebanyak 24 guru terpilih dari 12 perwakilan SMA/MA Negeri wilayah Sulawesi mengikuti kompetisi Teacher Tech Championship (TTC) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan. Kompetisi yang digelar bersama BCA ini menantang para guru menciptakan inovasi pembelajaran digital berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Peserta berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

MAKASSAR — Sebanyak 24 guru terpilih dari 12 perwakilan SMA/MA Negeri wilayah Sulawesi beradu gagasan dalam kompetisi Teacher Tech Championship (TTC) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan. Ajang ini menantang peserta menciptakan inovasi pembelajaran digital berbasis STEM, mulai dari Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Informatika, hingga Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU).

Mentor kompetisi TTC 2026, Indra Setiawan, menyampaikan bahwa peserta berasal dari enam provinsi di Sulawesi. "Ada 12 kelompok mengikuti kompetisi ini. Seluruh peserta akan mengumpulkan inovasinya, ide-idenya setelah dimentoring. Selanjutnya, panitia akan menyeleksi untuk masuk ke babak semi final," tutur Indra didampingi mentor lainnya, Muhammad Fauzi.

Kimora, Aplikasi Kimia Berbasis AI dari MAN 2 Makassar

Guru Kimia MAN 2 Makassar, Nuramida, memperkenalkan aplikasi bernama Kimora atau Kimia Monitoring and Reasoning. Aplikasi ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu siswa mempelajari mata pelajaran kimia.

"Inovasi aplikasi pembelajaran kita namanya Kimora, atau Kimia Monitoring dan Reasoning dan menggunakan AI (Artificial Intelligence), atau kecerdasan buatan untuk membantu siswa mempelajari mata pelajaran tentang kimia," ujar Nuramida di sela kompetisi.

Aplikasi tersebut masih dalam proses uji coba, tetapi sudah dapat mengukur Potential of Hydrogen (PH) atau tingkat keasaman dan kebasaan suatu larutan, serta temperatur suhu. Selain kimia, aplikasi ini dirancang untuk pelajaran Fisika dan Biologi.

"Kita ambil contoh, setelah air dimasukkan dalam alat ini, alat dan aplikasi akan memproses dan menghitung tingkat PH-nya kemudian menyampaikan melalui suara AI dan angkanya tampil di monitor sentuh. Kenapa dipakai AI, kita mengikuti tren anak Gen-Z. Ini akan dipakai praktikum kelas 10, 11 dan 12," tuturnya.

Rekan setimnya, Guru IT Khairul Akbar, menambahkan bahwa inovasi ini dirancang untuk memudahkan siswa belajar, namun belum diluncurkan. Pengembangan aplikasi menggunakan AI Studio dan disempurnakan setelah mendapat bimbingan mentoring dari pengajar BCA pada sesi kompetisi.

"Kita pakai AI Studio. Codingnya disempurnakan setelah dibimbing mentor. Alat Kimora ini sudah ada aplikasinya. Sejumlah fitur dilengkapi, ada lembaran praktikum dapat dilihat pada dashboard. Nantinya, bisa digunakan siswa di tablet maupun ponsel android," papar Khairul.

Gameplay Biometik, Belajar Biologi dan Matematika Lewat Gim

Peserta dari SMA Negeri 1 Kabupaten Gowa menampilkan aplikasi pembelajaran bernama Gameplay Biometik (Biologi-Matematika). Aplikasi ini menggunakan AI untuk mata pelajaran Biologi dan Matematika, dirancang agar siswa bermain gim sambil mempelajari ilmu Biologi.

"Aplikasi pembelajaran ini seperti main game. Siswa diajari materi membangun kembali sebuah desa hampir punah, bagaimana cara menyelamatkan desa ini. Ada hewan dan tumbuhan berusaha dihidupkan, dikawinkan agar berkembang. Naik ke level berikutnya dengan tantangan lain," tutur Nasaruddin Sewu, Guru Biologi.

Rekan setimnya, Ainun Petriski Utami, menambahkan bahwa aplikasi akan diterapkan pada kelas 12 setelah disempurnakan dalam kompetisi. Gameplay menyajikan materi tentang sifat pada tumbuhan, hewan, dan manusia secara ilmu biologi.

"Sedangkan untuk Matematikanya, menghitung misalnya gen hewan, dan lainnya yang dapat diprediksi secara matematis menggunakan hukum probabilitas di pelajaran Matematika. Nanti, gurunya sebagai server membagikan barcode atau link kepada siswa agar bisa memainkan game ini," jelas Ainun.

Saverkit dan A-jari, Inovasi dari Bitung dan Kendari

Guru dari SMA Negeri 2 Bitung, Sulawesi Utara, menampilkan aplikasi dan alat peraga penghematan listrik bernama Saverkit atau Smart Energy Virtual Simulator and Sensor Kit. Inovasi ini berkaitan dengan materi pelajaran fisika tentang energi listrik.

"Misalnya, di kelas kadang lampu tidak dimatikan saat pulang sekolah, imbasnya pemborosan listrik. Jadi, kami buat aplikasi dan alat simulasinya untuk mengukur, ada versi analog dan versi sensor. Versi sensornya, ketika sedang terang lampu otomatis mati. Bila sedang gelap ada siswa, lampunya menyala," tutur Fredik didampingi rekannya, Justin.

Peserta dari SMA Negeri 1 Kendari, Dino Steven bersama rekannya Zul Faidil, memperkenalkan aplikasi A-jari (Ajari AI Kuasai Materi). Platform ini membalik peran konvensional: siswa yang mengajari AI, bukan AI yang menjawab pertanyaan siswa. Aplikasi ini dirancang untuk sejumlah mata pelajaran.

Dorongan BCA agar Guru Terus Berinovasi

Direktur BCA Antonius Widodo sebelumnya menyampaikan bahwa TTC 2026 dilaksanakan beriringan bersama para guru terpilih di Sulawesi untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi secara adaptif. Ia percaya, ketika guru memiliki ruang untuk berkembang, mereka mampu menciptakan pengalaman belajar lebih baik.

Tujuan akhir kompetisi ini adalah menghasilkan alat inovasi bantu pembelajaran berbasis STEM. Seluruh peserta akan mengumpulkan inovasi dan ide mereka setelah dimentoring, sebelum panitia menyeleksi peserta untuk masuk ke babak semi final.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks