PALOPO — Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Selatan, Mulyadi, meminta jajaran pemasyarakatan di Kota Palopo meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Instruksi ini disampaikan saat kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIA Palopo dan Bapas Kelas II Palopo, Minggu (30/8).
Mulyadi menilai aspek keamanan harus menjadi perhatian bersama, namun pelaksanaan tugas tidak berhenti pada pengamanan semata. Pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan, pembinaan, pemenuhan hak, hingga pembimbingan kemasyarakatan harus berjalan optimal.
Integritas Petugas Jadi Fondasi Utama
Dalam arahannya, Mulyadi menegaskan profesionalisme dan etika menjadi pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas. Hal ini dinilai krusial agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan tetap terjaga.
"Integritas dan profesionalisme harus menjadi fondasi dalam setiap pelaksanaan tugas. Keamanan juga harus menjadi prioritas dan tanggung jawab kita bersama. Tingkatkan kewaspadaan, perkuat pengawasan, dan jangan lengah terhadap setiap potensi gangguan. Jangan pernah menyalahgunakan kewenangan. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga soliditas, dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat maupun warga binaan," tegas Mulyadi.
Sinergi Lapas dan Bapas untuk Reintegrasi Sosial
Kunjungan ini juga menyoroti pelaksanaan tugas di Bapas Kelas II Palopo. Mulyadi meminta pembimbingan kemasyarakatan, pendampingan, pengawasan, serta proses reintegrasi sosial terus dioptimalkan.
Menurutnya, Lapas dan Bapas memiliki keterkaitan erat dalam memastikan proses pembinaan warga binaan berlangsung secara berkesinambungan. Kerja sama kedua institusi dinilai penting agar pembinaan tidak berhenti selama masa pidana, tetapi berlanjut ketika warga binaan kembali ke masyarakat.