Pencarian

Kredit Perbankan Tumbuh 12,7 Persen, BRI: Industri Solid di Tengah Inflasi Terkendali

Senin, 31 Agustus 2026 • 11:06:31 WIB
Kredit Perbankan Tumbuh 12,7 Persen, BRI: Industri Solid di Tengah Inflasi Terkendali
Direktur Utama BRI Hery Gunardi memaparkan kinerja keuangan perusahaan pada konferensi pers di Jakarta, Senin (31/8/2026).

SULAWESI SELATAN — Ekonomi Indonesia yang tumbuh stabil di kisaran 5,30 persen menjadi penopang utama daya tahan sektor perbankan nasional. Tekanan inflasi yang berangsur turun, dari 3,48 persen pada kuartal I-2026 menjadi 3,34 persen pada kuartal II-2026, turut memberi ruang gerak bagi industri dalam menjaga stabilitas bisnisnya.

Di saat yang sama, kebijakan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin—dari 4,75 persen ke 5,75 persen—disebut efektif menjaga stabilitas moneter. Langkah kontraktif ini nyatanya tidak menyurutkan laju intermediasi perbankan.

Kenaikan Suku Bunga Tak Menahan Laju Kredit

Kinerja industri terlihat dari pertumbuhan kredit yang mencapai 12,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini masih kuat meskipun berada dalam siklus pengetatan moneter.

Di sisi pendanaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) ikut tumbuh 10,2 persen yoy. Sementara itu, pendanaan murah (current account) atau giro tercatat tumbuh lebih tinggi di angka 11,0 persen yoy. Komposisi ini menunjukkan kualitas liabilitas perbankan yang sehat.

"Kami melihat bahwa industri perbankan nasional hingga triwulan kedua 2026 ini tetap menunjukkan fundamental yang bagus, yang baik, cukup solid," ujar Hery dalam konferensi pers Pemaparan Kinerja BRI Triwulan II, Senin (31/8/2026).

UMKM Jadi Motor Penggerak Baru

Optimisme industri tidak lepas dari menggeliatnya aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah. Indeks Bisnis UMKM melonjak signifikan dari 10,25 pada 2025 menjadi 104,7 pada kuartal I-2026. Angka tersebut menjadi sinyal ekspansi pelaku usaha di sektor riil.

Peran UMKM memang krusial bagi perbankan, terutama bagi BRI yang konsentrasi penyaluran kreditnya berada di segmen tersebut. Meningkatnya aktivitas UMKM berarti permintaan pembiayaan ikut bertumbuh, dan kualitas kredit pun terjaga karena usaha pelaku sedang dalam fase ekspansi.

Apa Arti Angka Ini bagi Perekonomian?

Pertumbuhan kredit di kisaran 12,7 persen menjadi indikator penting bahwa mesin ekonomi domestik masih berputar. Kredit yang tumbuh mencerminkan optimisme dunia usaha, sementara DPK yang meningkat menandakan daya simpan masyarakat tetap kuat.

Dengan inflasi yang terjaga dan suku bunga acuan yang stabil, ruang bagi perbankan untuk terus menggenjot penyaluran kredit hingga akhir tahun masih terbuka lebar. Tekanan global yang masih berlanjut menjadi tantangan, namun fundamental domestik yang solid membuat industri ini tetap resilien di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks